Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Sabtu, 17 Januari 2026, Hakim-Hakim 8:13-17 Berani Bertanggungjawab

Alfianne Lumantow • 2026-01-14 00:05:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab: Hakim-hakim 8:13-17

Tema : Berani Bertanggungjawab

"la menangkap seorang pemuda dari penduduk Sukot. Setelah ditanyai, orang itu menuliskan untuk Gideon nama pemuka-pemuka dan tua-tua di Sukot, sebanyak tujuh puluh tujuh orang."(ay. 14)

 

Sobat Teruna, suatu hari di sekolah, ada seorang siswa yang secqara tidak sengaja merusak proyektor kelas.

Ia bisa saja diam dan membiarkan orang lain disalahkan, tapi ia memilih jujur, mengakui kesalahannya, dan bertanggung jawab mengganti kerusakan.

Meski awalnya malu, tapi tindakannya dihargai oleh guru dan teman-temannya. Cerita itu mencerminkan semangat yang sama seperti yang dilakukan Gideon dalam bacaan hari ini.

 

Setelah bertempur dan mengejar musuh dengan segala keterbatasannya, Gideon tidak melupakan tanggungjawab untuk menegakkan keadilan.

Ia kembali kepada orang-orang Sukot, yang sebelumnya menolak membantu. Ia tidak datang dengan kemarahan pribadi, tetapi menegakkan tanggung jawab moral.

Gideon tahu, kepemimpinan bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga soal menyelesaikan urusan dengan adil.

la menunjukkan bahwa setiap tindakan harus dipertanggungjawabkan, termasuk ketidakpedulian.

 

Sobat Teruna, dalam kehidupan sehari-hari, kita juga dihadapkan pada banyak bentuk tanggungjawab: tugas sekolah, janji kepada teman, kepercayaan dari orang tua, bahkan hal sederhana seperti menjaga kata-kata.

Sering kali, kita tergoda untuk lari atau menyalahkan orang lain saat keadaan tidak ideal.

Namun, bertanggung jawab bukan soal besar atau kecilnya kesalahan, melainkan soal kejujuran dan keberanian menghadapi akibatnya.

Tuhan menginginkan kita menjadi pribadi yang bisa dipercaya, yang mau menyelesaikan apa yang sudah dimulai, dan tidak mencari jalan pintas untuk lari dari tanggung jawab.

Mungkin kita sedang menghadapi konsekuensi dari keputusan yang kita buat, dan itu tidak mudah.Ingatlah, Tuhan menyertai orang yang mau dibentuk, bukan yang memilih lari.

Dalam kejujuran dan tanggungjawab kita, selalu ada proses pendewasaan yang Tuhan pakai untuk memperlengkapi hidup kita ke depan. Amin.

 

Doa: Tuhan, hari ini aku belajar dari Gideon, untuk berani menyelesaikan apa yang telah aku mulai Amin

 

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA TERUNA #GPIB #Renungan Harian