Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 22 Januari 2026, Kisah Para Rasul 18:26-28 Berani Menyatakan Kebenaran

Alfianne Lumantow • 2026-01-21 00:30:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 18:26-28

TEMA : BERANI MENYATAKAN KEBENARAN

"Sebab, dengan penuh semangat ia membantah orang-orang Yahudi di depan umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesuslah Mesias." (ay.28)

 

Tidak mudah bagi seseorang untuk menerima kritik dan pengajaran dari orang lain. Dalam psikologi kepribadian, dikenal suatu golongan orang yang disebut narsisme, individu yang cenderung tidak mau menerima kritik karena dianggap sebagai ancaman citra diri yang sempurna.

Orang-orang seperti ini sulit menerima kesalahan, merasa diri selalu benar, dan mudah tersinggung saat dikoreksi.

Golongan orang seperti ini mudah kita temukan dalam seluruh lapisan masyarakat masa kini, bahkan juga di dalam persekutuan orang percaya.

Akibatnya mereka tidak mudah berkembang, cenderung menutup diri terhadap setiap pembaruan.

 

Bacaan Alkitab malam ini mengisahkan tentang tiga tokoh orang percaya yang hidup saling melengkapi dalam pengajaran dan kasih Tuhan.

Apolos, seorang terpelajar, pandai mengajar, pandai berorasi, memiliki pengetahuan yang luas tentang kitab suci, bukan seorang narsistik yang anti kritik.

Dengan rendah hati dan terbuka ia menerima teguran dan ajaran yang disampaikan oleh Priskila dan Akwila.

Kedua tokoh, pasangan suami istri yang terpanggil untuk melayani Tuhan, berani mengoreksi ajaran iman Apolos, seorang orator ternama pada waktu itu.

Pada pihak lain, Apolos dengan senang dan rendah hati menerima, serta mengikuti ajaran yang semakin membuat dirinya semangat dalam melayani.

Bahkan semangat Apolos semakin berkobar untuk pergi ke Akhaya dan ia memperoleh dukungan dari semua saudara di Efesus.

Apolos tidak hanya ingin berdiam dalam ketenangan dan ketenarannya di Efesus. la ingin kebenaran Injil Tuhan pun sampai ke Akhaya.

 

Mari menutup hari. sebelum terlelap, kita membangun tekad untuk hidup dalam kerendahan hati, terbuka menerima pengajaran yang benar.

Supaya besok dengan semangat baru, semakin berani menyatakan kebenaran Tuhan melalui seluruh karya hidup kita. Amin.

 

Doa: Tuhan limpahkanlah hikmat-Mu kopada kami, sehingga kami berani untuk ditegur dan dipertengkapi untuk melayani-Mu dalam kebenaran dan kasih. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT