Pembacaan Alkitab : 2 Korintus 7:2-7
TEMA : BERILAH TEMPAT DI HATI KAMU
"Berilah tempat bagi kami di dalam hatimu!" (ay.2a)
Manusia adalah makhluk sosial, ia tidak dapat hidup sendiri tanpa hubungan dengan orang lain.
Setiap relasi, baik itu keluarga, gereja, persekutuan, persudaraan, persahabatan membutuhkan ruang di hati.
Ruang yang dibutuhkan untuk hadirnya pengampunan, menerima dan memberi. Ruang untuk memperbaiki relasi antara yang satu dengan yang lain.
Ruang seperti itu, sering kali tertutup oleh berbagai persoalan yang terjadi di antara sesama. Ruang itu kadang kala sudah terisi oleh rasa benci, ketidakpedulian satu terhadap yang lain.
Rasul Paulus mengawali tulisannya dalam perikop pagi ini dengan permintaan yang sungguh-sungguh, "Benilah tempat bagi kami di dalam hati kamu."
Bukanlah sebuah permintaan basa-basi, atau permintaan yang biasa-biasa saja, tetapi permintaan dalam perjuangan untuk menata hubungan kasih antara dirinya dengan jemaat Korintus.
Perjuangan yang tidak mudah, karena ia sedang terhimpit dalam relasi kasih yang terganggu (Bnd. 6: 12).
Relasi yang terganggu oleh kesalahpahaman atau juga karena fitnah yang ditujukan kepada dirinya.
Dalam perjuangannya, Paulus menyampaikan yang benar dan jujur, yang menyadarkan saudara saudara di Korintus untuk tidak termakan oleh hasutan dan ftnahan orang lain.
Teguran yang jujur dan tulus oleh Paulus membuka pintu pertobatan bagi jemaat Korintus.
Dalam semangat rekonsiliasi yang tulus, Titus menyampaikan pertobatan yang menimbulkan rasa rindu, keluhan-keluhan dan semangat untuk saling menerima dan mengasihi.
Saudaraku, mari jalani akhir pekan ini dengan menebarkan kasih sayang yang bersumber dari Yesus Kristus dalam perjumpaan kita dengan sesama.
Berilah ruang yang luas untuk menerima sesama dalam kasih, karena dengan memberi ruang bagi semua orang, kita memuliakan Tuhan dalam hidup kita. Selamat berakhir pekan. Tuhan memberkati. Amin.
Doa: Tuhan berilah kami hati yang lapang supaya kami dapat menerima siapa pun sesama kami dan kami pun diterima oleh sesama kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow