Pembacaan Alkitab : 2 Korintus 7:8-16
TEMA : KESEDIHAN ILAHI MEMBAWA SUKACITA
"Sebab kesedihan menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan tidak akan disesalkan," (ay.10a)
Selamat malam sahabat GPIB, malam ini kita sudah ada di penghujung hari dalam pekan ini. Mari kita perhatikan sejenak hari- hari yang sudah kita lalui.
Tentu ada banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita. Mungkin ada sejumlah kegagalan yang menyedihkan atau keberhasilan yang menyukacitakan.
Mungkin ada sejumlah penyesalan, tetapi juga ada sejumlah teguran yang menyadarkan. Dalam kesedihan dan kekecewaan mari kita perhatikan bacaan Akitab malam ini.
Di dalam perikop malam ini, mengajak kita untuk merenungkan peristiwa kesedihan yang menghibur, dukacita yang memulihkan.
Paulus menyatakan di dalam ayat 10, "Sebab kesedihan menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan tidak akan disesalkan, tetapi kesedihan dari dunia ini menghasilkan kematian."
Pernyataan Paulus ini diawali dengan sebuah teguran keras kepada Jemaat, yang menyadarkan mereka pada kesalahan dan dosa yang mereka lakukan (ay.8-9).
Teguran kasih yang menimbukan penyesalan atas dosa dan kesalahan. Paulus menyadari bahwa tidak semua orang siap untuk menerima teguran, hardikan karena kesalahan yang telah dibuat.
Sekalipun teguran Paulus membawa kesedihan bagi mereka yang ditegur, Paulus tidak menyesalinya.
Karena tegurannya membawa dampak pertobatan dan keselamatan jiwa. Itulah kesedihan llahi bagi yang mendengar.
Teguran yang dilandaskan dalam kasih yang tulus mengubah kesedihan menjadi sukacita
Saudaraku, mari masuki peraduan kita dengan merenungkan bahwa, Tuhan terkadang mengijinkan kita merasa bersalah dan bersedih, agar kita kembali dan bergantung kepada-Nya.
Oleh karena itu terimalah setiap teguran yang menyadarkan kita, karena akan berbuahkan sukacita surgawi.
Akan tetapi, penolakan terhadap setiap teguran justru akan membawa kita kepada kematian. Selamat tidur. Tuhan menjaga dan memelihara kita. Amin.
Doa: Terima kasih Tuhan untuk karya kasih-Mu yang telah menyertai kami, terima kasih untuk semua teguran-Mu yang menghidupkan kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow