Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Produksi Padi Terancam Gagal Panen, Forum Pertanian Bongkar Strategi Tanam Anti Iklim Ekstrem

ALengkong • 2026-01-26 21:20:24
forum Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 4 bertema “Antisipasi Banjir dan Perubahan Iklim: Strategi Tanam Cerdas untuk Meningkatkan Produksi Padi”
forum Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 4 bertema “Antisipasi Banjir dan Perubahan Iklim: Strategi Tanam Cerdas untuk Meningkatkan Produksi Padi”

Jagosatu.com - Perubahan iklim yang memicu hujan ekstrem dan meningkatkan risiko banjir menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian, terutama dalam menjaga stabilitas produksi padi nasional.

Kondisi tersebut menuntut langkah adaptif dan terukur agar risiko gagal panen dapat ditekan secara optimal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa cuaca ekstrem merupakan ancaman nyata bagi produktivitas pertanian nasional.

Menurutnya, ketidakpastian musim tanam, kekeringan, dan banjir dapat meningkatkan risiko gagal panen jika tidak dimitigasi dengan baik.

Ia menekankan pentingnya mitigasi risiko agar dampak perubahan iklim tidak mengganggu ketahanan pangan nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa perubahan iklim ekstrem meningkatkan risiko gagal panen akibat fluktuasi suhu dan perubahan pola curah hujan.

Ia menyebutkan bahwa kejadian cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi menjadi ancaman nyata bagi sektor pertanian Indonesia.

Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim sesuai arahan Menteri Pertanian.

Sebagai upaya mendukung hal tersebut, Polbangtan Manokwari menggelar Millennial Agriculture Forum Volume 7 Edisi 4.

Forum ini mengangkat tema antisipasi banjir dan perubahan iklim melalui strategi tanam cerdas untuk meningkatkan produksi padi.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 24 Januari 2026, menjadi wadah peningkatan literasi iklim bagi insan pertanian.

Webinar ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, penyuluh pertanian, serta petani dari berbagai daerah di Indonesia.

Para peserta diharapkan mampu menerapkan strategi tanam berbasis iklim untuk meminimalkan dampak hujan ekstrem dan banjir.

Forum menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan pelaku lapangan guna memperkaya perspektif adaptasi iklim.

Prof. Antonius Suparno menekankan pentingnya penguasaan ilmu klimatologi sebagai dasar pengambilan keputusan strategi tanam.

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan data dan prediksi cuaca menjadi kunci dalam mengantisipasi risiko perubahan iklim.

Sementara itu, Fadri Prasetya memaparkan bahwa mitigasi perubahan iklim harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Upaya tersebut meliputi pembangunan infrastruktur pengendali banjir, sistem peringatan dini, dan adaptasi berbasis alam.

Feri Irawan berbagi pengalaman lapangan dengan menekankan percepatan pengolahan lahan dan ketepatan waktu tanam.

Menutup kegiatan, Muhammad Amin menegaskan bahwa swasembada pangan berkelanjutan harus didukung strategi adaptif agar produksi tetap terjaga meski menghadapi banjir dan iklim ekstrem. (samt)

Editor : ALengkong
#Andi Amran Sulaiman #produksi padi #pertanian #Perubahan Iklim #menteri pertanian