Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 30 Januari 2026, Habakuk 3:5-9 Pemulihan Allah

Alfianne Lumantow • 2026-01-28 10:22:28
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Habakuk 3:5-9

TEMA : PEMULIHAN ALLAH

"la berdiri dan berguncanglah bumi; la melihat dan bangsa-bangsa dibuat-Nya gemetar,..." (ay.6)

 

Sepanjang hidup kita, berulang kali Tuhan menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan cara yang tidak dimengerti.

Belum selesai kita mencerna cara Tuhan yang satu, kita sudah berhadapan dan melihat pengalaman baru yang juga membuat kita semakin kagum dan kehabisan kata-kata untuk menggambarkan pengalaman hidup yang sedang terjadi. Kita menjadi kagum, terheran-heran dan hanya bisa bersyukur.

 

Yehuda masih belum sepenuhnya memahami cara Tuhan menyatakan kasih-Nya melalui penghukuman yang dikerjakan Tuhan melalui kerajaan Babel, kini mereka berhadapan dengan pengalaman baru yang terjadi. S

ebelumnya Babel dipakai Tuhan untuk atas nama kasih-Nya, la menghukum Yehuda. Yehuda mempertanyakan cara itu.

Kini Babel yang sombong, mulai kehilangan kuasa dan dikalahkan oleh Persia. Nabi memandang hal ini sebagai cara untuk menghukum Babel yang sombong.

Dan penghukuman itu merupakan cara Tuhan membebaskan Yehuda dan menuntun mereka untuk kembali dipulihkan dan diselamatkan.

Puisi tentang Tuhan yang berdiri dan mengguncang bumi, dan dengan pandangan mata-Nya Tuhan melihat dan menilik bangsa-bangsa yang sombong sehingga mereka gemetar dan gunung-gunung hancur luluh, adalah gambaran tentang kedaulatan Tuhan.

Dalam kedaulatan-Nya, la memilih dan memakai siapa saja untuk menghukum, membuang, memulihkan dan menyelamatkan (Telnoni, hal. 121).

la berdiri dan dengan mata-Nya, la mengetahui siapa yang akan la hukum dan siapa yang akan la selamatkan.

 

Sesungguhnya tiap waktu, kita ada dalam skenario atau rancangan kasih Allah kita. la berdaulat untuk memakai siapa saja yang akan melakukan karya-Nya untuk menolong.

Dalam Kristus, la telah melakukannya. la memikul hukuman di pundak-Nya supaya kita selamat.

Itulah rancangan kasih Tuhan yang mencengangkan. Dan sampai kapan pun, kita akan terus melihat dan mengalami, la melakukannya. Amin.

 

Doa: Terimakasih Tuhan, rancangan-Mu selalu mencengangkan, karya- Mu selalu mengherankan. Amin.

                                           

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT