Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Tak Mau Longsor Terulang, Mentan Amran Ganti Hortikultura dengan Kopi dan Kelapa

ALengkong • 2026-01-28 16:51:43
Kunjungan Mentan Andi Amran Sulaiman di lokasi bencana longsor di Kab Bandung Barat
Kunjungan Mentan Andi Amran Sulaiman di lokasi bencana longsor di Kab Bandung Barat

Jagosatu.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan solusi permanen berbasis penataan pola tanam dan tata kelola lahan untuk mencegah longsor berulang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Langkah ini menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam membangun mitigasi jangka panjang, tidak hanya menangani dampak bencana yang terjadi.

Dalam kunjungan langsung ke lokasi bencana pada Rabu, 28 Januari 2026, Mentan Amran menekankan pentingnya penataan ulang wilayah dengan tingkat kemiringan tinggi.

Penataan ulang tersebut dilakukan melalui perubahan pola tanam yang disesuaikan dengan karakteristik lahan rawan longsor.

Tanaman hortikultura yang selama ini dibudidayakan di lereng curam akan dialihkan ke tanaman tahunan atau perkebunan.

Tanaman tahunan dipilih karena memiliki sistem perakaran yang lebih kuat dan dalam.

Akar yang kuat tersebut dinilai mampu menahan tanah dan mengurangi risiko erosi serta longsor.

Mentan Amran meminta dukungan pemerintah daerah dan DPR agar kebijakan ini dapat segera dilaksanakan.

Ia menyebut tanaman kelapa, kopi, dan alpukat sebagai contoh tanaman pengganti hortikultura di lereng curam.

Mentan Amran menegaskan bahwa anggaran untuk program perubahan pola tanam tersebut sudah tersedia.

Pelaksanaan program akan segera dilakukan setelah adanya usulan resmi dari bupati dan gubernur setempat.

Menurutnya, tanpa perubahan pola tanam, potensi bencana longsor di wilayah tersebut akan terus berulang.

Strategi penataan lahan ini disusun berdasarkan tingkat kemiringan lahan yang berbeda-beda.

Lahan yang relatif landai tetap diarahkan untuk tanaman hortikultura, sementara lereng tajam ditanami tanaman tahunan.

Pembagian fungsi lahan ini bertujuan menjaga produktivitas pertanian sekaligus keselamatan lingkungan.

Kebijakan tersebut juga selaras dengan arahan Presiden RI terkait pengembangan tanaman perkebunan nasional.

Pemerintah menargetkan pengembangan sekitar 870 ribu hektare tanaman perkebunan di seluruh Indonesia.

Wilayah-wilayah rawan bencana menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.

Selama masa transisi perubahan pola tanam, petani tetap akan didukung agar pendapatannya tidak terhenti.

Dalam jangka menengah, tanaman tahunan seperti kopi diharapkan menjadi sumber pendapatan utama bagi petani di wilayah tersebut. (samt)

Editor : ALengkong
#Andi Amran Sulaiman #pertanian #Kopi #Kelapa #menteri pertanian #hortikultura