Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mentan Amran Sulaiman Resmi Dilantik Jadi Anggota Dewan Energi Nasional oleh Presiden Prabowo

Toar Rotulung • 2026-01-28 21:15:17
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi dilantik sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (28/1/2026).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi dilantik sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (28/1/2026).

JAGOSATU.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi dilantik sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu (28/1/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran sektor pertanian dalam mendukung transisi energi nasional menuju energi hijau yang berkelanjutan.

Pelantikan Mentan Amran sebagai anggota DEN didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 134P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Energi Nasional dari Unsur Pemangku Kepentingan serta Keppres Nomor 6P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan DEN dari Unsur Pemerintah. Dengan landasan hukum tersebut, Mentan Amran kini memiliki peran strategis dalam perumusan dan koordinasi kebijakan energi nasional jangka panjang.

Usai mengikuti Upacara Pelantikan di Istana Negara, Mentan Amran menegaskan kesiapan sektor pertanian untuk menjadi salah satu pilar utama pengembangan energi hijau Indonesia. Menurutnya, potensi pertanian nasional sangat besar untuk menopang ketahanan energi sekaligus mendorong kemandirian bangsa di sektor energi terbarukan.

“Insya Allah, ke depan kita akan mengoptimalkan energi hijau dari sektor pertanian. Potensinya sangat besar, seperti dari ubi kayu atau singkong, kelapa sawit (CPO), tebu, dan berbagai komoditas lainnya,” ujar Mentan Amran kepada awak media.

Sebagai negara agraris dengan kekayaan sumber daya hayati yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel. Mentan Amran menilai, pemanfaatan komoditas pertanian sebagai sumber energi tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani.

Dalam keterangannya, Mentan Amran menjelaskan bahwa saat ini kelapa sawit dan tebu telah menjadi tulang punggung biofuel nasional. Program biodiesel berbasis sawit telah berjalan secara konsisten, sementara tebu menjadi sumber utama bioetanol. Ke depan, pemerintah akan memperluas basis energi terbarukan dengan mendorong pengembangan singkong sebagai sumber energi alternatif baru.

“Sawit dan tebu sudah berjalan. Selanjutnya, kita dorong singkong. Ini potensi besar kita,” tegasnya.

Singkong dinilai memiliki keunggulan karena mudah dibudidayakan, adaptif terhadap berbagai kondisi lahan, serta memiliki produktivitas tinggi. Selain itu, pengembangan singkong sebagai bahan baku energi juga dinilai mampu melibatkan lebih banyak petani kecil di daerah, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih merata.

Mentan Amran juga menyoroti kebijakan mandatori biodiesel yang terus diperkuat pemerintah. Saat ini, Indonesia tengah mendorong implementasi B50, yakni campuran 50 persen biodiesel dengan 50 persen solar. Kebijakan ini diyakini mampu menekan impor bahan bakar fosil secara signifikan dan memperkuat kedaulatan energi nasional.

“Insya Allah, sesuai hasil koordinasi, tahun ini kita tidak impor lagi solar karena kita masuk ke B50,” ungkap Mentan Amran dengan optimistis.

Menurutnya, keberhasilan kebijakan B50 tidak hanya berdampak pada penghematan devisa negara, tetapi juga memberikan efek berganda bagi sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit. Permintaan biodiesel yang tinggi akan mendorong peningkatan serapan CPO dalam negeri, menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Dewan Energi Nasional sendiri merupakan lembaga strategis yang dibentuk negara untuk merumuskan, menetapkan, dan mengoordinasikan kebijakan energi Indonesia secara menyeluruh dan berjangka panjang. Keanggotaan DEN terdiri dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, dengan tujuan memastikan kebijakan energi nasional berjalan selaras dengan kepentingan pembangunan nasional.

Dengan bergabungnya Mentan Amran dalam DEN, diharapkan sinergi antara sektor pertanian dan sektor energi semakin kuat. Integrasi kebijakan lintas sektor ini dinilai krusial untuk mempercepat transisi energi sekaligus menjaga ketahanan pangan dan energi secara bersamaan.

Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat program hilirisasi pertanian, pengembangan komoditas energi, serta perluasan budi daya tanaman penghasil biofuel. Seluruh program tersebut akan dirancang secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemanfaatan energi.

Langkah ini diyakini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi petani, membuka lapangan kerja baru di pedesaan, serta meningkatkan daya saing nasional di tengah tantangan global. Lebih jauh, peran aktif sektor pertanian dalam pengembangan energi hijau diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kedaulatan energi sekaligus mendukung agenda pembangunan hijau Indonesia yang berkelanjutan.

Editor : Toar Rotulung
#Presiden Prabowo #pertanian #Petani #mentan amran sulaiman