Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Prabowo Yakin Indonesia Swasembada Energi bila Optimalkan Kelapa Sawit

Pratama Karamoy • 2026-02-03 09:31:06
Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming Raka menyapa kepala daerah dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di SICC Kabupaten Bogor, Jabar, kemarin (2/2)
Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming Raka menyapa kepala daerah dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di SICC Kabupaten Bogor, Jabar, kemarin (2/2)

BOGOR – Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia dapat mencapai swasembada energi bila mampu mengoptimalkan produksi kelapa sawit. Menurut dia, minyak kelapa sawit dapat diolah untuk pembuatan bio solar, cat dinding, hingga makanan. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin (2/2). Menurut Prabowo, kelapa sawit memiliki banyak manfaat. Olahannya dapat digunakan untuk pembuatan beragam produk, seperti cat dinding, makanan, sabun, serta solar.

 

Dengan memperbanyak kelapa sawit, kata dia, Indonesia memproduksi bio solar secara mandiri. “Kita akan bebas dari ketergantungan luar. Yang mau pakai bensin terus silakan. Orang kaya bayar saja, enggak apa-apa harga dunia. Tapi rakyat kita bisa hidup dengan solar. Jadi, dari kelapa sawit, kita bisa punya derivatif,” ucap Prabowo.

 

Presiden ke-8 RI itu juga menyampaikan bahwa sawit di Indonesia diincar negara lain. Kepala negara lain meminta Indonesia menyuplai crude palm oil (CPO). “Saya ke beberapa negara, hampir semua pemimpin negara minta ke saya, kami mohon Indonesia minta tolong suplai kelapa sawit, CPO,” jelasnya.

Dia mengakui ada beberapa kelompok yang tidak sepakat dengan pengembangan kelapa sawit. Prabowo mengaku tidak mempersoalkan kritik atau kekhawatiran itu. Karena, langkah itu demi kesejahteraan masyarakat.

 

Baca Juga: Ganti Pasangan, Fadia Juara Lagi di Thailand

 

Kerap Picu Polemik

Pernyataan Prabowo tentang kelapa sawit kerap memicu polemik. Misalnya, ketika berpidato pada acara Musrenbang di Bappenas pada 30 Desember 2024. Dia meminta tanaman kelapa sawit ditambah dan tidak perlu mengkhawatirkan pengundulan hutan atau deforestasi. “Saya kira ke depan kita harus tambah tanam sawit. Enggak usah takut membahayakan, deforestasi,” paparnya.

Prabowo juga pernah melontarkan pernyataan bahwa sawit merupakan pohon dan memiliki daun. Tanaman itu bisa menyerap karbondioksida. Awal tahun ini, KBBI juga merevisi penyebutan tumbuhan atau tanaman sawit. KBBI mendefinisikan sawit sebagai pohon.

 

Tindak Lanjut Arahan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut, peserta Rakornas terdiri atas 525 pejabat tingkat pusat serta 3.486 pejabat pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Acara itu dihelat sebagai tindak lanjut arahan presiden untuk menyatukan langkah pusat dan daerah dalam menjalankan program prioritas nasional.

“2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025-2029. Keberhasilan pelaksanaan pembangunan akan dapat dioptimalkan dengan kesamaan gerak langkah antara pusat dan daerah,” ujar Tito.

Rakornas 2026 mengusung tema Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045. Sesi pertama membahas kebijakan ekonomi, investasi, dan energi. Sesi kedua mengangkat isu pangan dan kesejahteraan rakyat, termasuk swasembada pangan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta Program Makan Bergizi Gratis. Sesi ketiga difokuskan pada penegakan hukum dalam mengawal program strategis nasional. (rya/lyn/aph)

Editor : Pratama Karamoy
#CPO #swasembada #sawit