Pembacaan Alkitab : Yakobus 1:16-17
SEKALI LAGI, JANGAN SESAT
Ingat! Kita bisa sesat bila tidak waspada.
"Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah sesat!" (ay.16)
Peringatan dalam ayat 16 ini dilatarbelakangi pada pemikiran umat yang keliru terhadap kesulitan, kesengsaraan atau pencobaan yang dialami.
Segala keadaan yang berat dengan penderitaan yang dirasakan jangan sampai membuat umat kemudian berpikir bahwa mereka sedang dicobai Allah.
Penulis surat Yakobus hendak menuntun umat untuk berhati-hati dalam menilai Allah dari apa yang sedang dialami.
Ketika umat mengalami kesulitan, penderitaan, serta pencobaan, janganlah cepat- cepat menyimpulkan bahwa ini terjadi karena Allah.
Karena penderitaan dan kesulitan yang dialami dapat saja disebabkan oleh kesalahan atau dosa yang dilakukan.
Ketika kita menuduh bahwa dalang segala penderitaan dan cobaan itu adalah Allah, maka menurut penulis Yakobus, hal itu menyesatkan.
Oleh sebab itu, ia mengatakan jangan sesat. Sebab bila umat berpendapat bahwa segala sesuatu yang buruk itu penyebabnya Allah, maka hal itu adalah pikiran yang menyimpang dari kebenaran firman Allah.
Umat diingatkan jangan sesat, artinya jangan menyimpang dari apa yang menjadi kehendak dan pikiran Allah.
Hari ini, kita belajar bagaimana memahami siapa Allah dan kehendak-Nya, sehingga kita tidak sesat.
Sebab bila kita sesat dalam memahami Allah, maka kita akan cenderung menyalahkan dan menuntut Allah bertanggung jawab atas segala kesulitan dan penderitaan yang dialami.
Supaya kita tidak sesat, maka arahkan hati kepada kasih karunia Tuhan Yesus yang senantiasa menuntun kita kepada kebenaran sejati yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
Kita harus waspada terhadap nilai-nilai dan ajaran-ajaran yang menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan.
Kewaspadaan ini harus kita tunjukkan dengan ketekunan dalam beribadah, mencari kebenaran firman, dan melakukannya setiap hari. Amin
Doa : Tuhan Yesus lengkapi kami dengan kuasa Roh Kudus agar terhindar dari pola pikir yang keliru dan sesal mengenai perbuatan-blu dalam hidig kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow