JAKARTA – Pemerintah terus mengejar realisasi pengoperasian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan secara khusus memimpin percepatan perkembangan pendirian KDMP di Jakarta, kemarin (5/2). Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, saat ini mayoritas KDMP sedang menyelesaikan pengerjaan fisik. Ia berharap pada kurun Mei hingga Juni mendatang, 30 ribu unit KDMP sudah selesai dibangun.
Zulkifli Hasan mengatakan, setelah pembangunan selesai, tahapan berikutnya adalah pengisian barang yang akan dijual. “Misalnya diisi tabung elpiji 3 kg,” tuturnya. Selain itu, juga dilakukan distribusi bahan pokok serta pupuk subsidi.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas KDMP tidak hanya menjual atau mendistribusikan bantuan pangan pemerintah, tetapi juga menjadi pembeli atau offtaker. Dengan demikian, KDMP nantinya membeli hasil panen dari petani, tidak hanya gabah, tetapi juga hasil panen lain seperti kedelai, jagung, dan komoditas lainnya.
Menurut Zulkifli Hasan, dengan peran sebagai offtaker, KDMP dapat menekan keberadaan tengkulak yang kerap mempermainkan harga hasil panen. Melalui keberadaan KDMP, penyerapan gabah hasil panen tidak hanya terkonsentrasi pada Bulog.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan bahwa jumlah bangunan fisik KDMP yang telah terbangun 100 persen sebanyak 680 unit. Mayoritas bangunan KDMP yang telah tuntas berlokasi di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. “Kalau yang di luar Jawa masih rata-rata 10–14 unit,” ucapnya.
Selebihnya, sebanyak 29.424 unit KDMP masih dalam proses pembangunan. Ia optimistis target penyelesaian pembangunan fisik 30 ribu unit KDMP pada April mendatang dapat tercapai. (wan/ali/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy