Pembacaan Alkitab : Yeremia 32:41-42
TEMA : ALLAH YANG MEMBERIKAN KEBERUNTUNGAN
... demikianlah Aku akan mendatangkan ke atas mereka segala kebaikan yang Kujanjikan kepada mereka." (ay.42)
Sebuah pengakuan tulus terkadang muncul dalam percakapan pastoral: "Ini memang harus kami tanggung.
Kami sadar penderitaan ini terjadi karena kami tidak taat kepada Tuhan. Sebab, meski sudah berkali-kali diperingatkan dan dalam berbagai cara, tetapi kami terus melangkah di jalan yang salah itu.
Akhirnya kami terpuruk. Pengakuan seperti ini adalah langkah pertama yang penting menuju pemulihan sejati.
Penderitaan yang ditanggung Israel bukan terjadi secara mendadak, melainkan karena ketidaksetiaan dan pemberontakan kepada Tuhan.
Yeremia telah mengingatkan umat untuk taat dan setia hanya kepada Tuhan. Yang terjadi mereka tetap pada mengandalkan kekuatan sendiri.
Di satu sisi mereka beribadah kepada Tuhan secara ritual tetapi di sisi lain mereka menyembah berhala. Mereka mengandalkan kekuatan di luar Tuhan.
Mereka membawa persembahan kepada Tuhan tetapi tidak sungguh- sungguh percaya kuasa-Nya.
Itu sebabnya mereka kalah terhadap musuh dan ditawan ke pembuangan. Mereka meyakini bahwa kekalahannya adalah karena dibiarkan Tuhan.
Nabi Yeremia menu- buatkan bahwa Tuhan akan bertindak menolong mereka. Sebagai mana Tuhan membiarkan mereka kalah, kini Tuhan berjanji akan memberi keberuntungan.
Hal tersebut berlaku bagi seluruh generasi. Tuhan membuat mereka tumbuh di negeri yang diberikan-Nya.
Sesungguhnya, Tuhan tidak pernah merancang kecelakaan bagi umat-Nya. Sering kali, kitalah yang menjauh dari-Nya sehingga mengalami penderitaan.
Kasih-Nya membuat pintu pemulihan terbuka. Janji kebaikan-Nya bukanlah hadiah bagi yang sempuma sebab tidak ada orang yang sempurna, melainkan anugerah bagi yang mau kembali kepada-Nya.
Mari kita bertobat dengan menyesali dan mengakui kesalahan kita lalu memperbaiki hubungan dengan Tuhan.
la rindu kita menikmati masa depan penuh kebaikan sebagaimana la siapkan bagi setiap orang yang datang pada-Nya. Amin.
Doa: Terpujilah Tuhan yang tetap mengasihi kami orang yang berdosa ini. Tuntunlah kami agar tetap berjalan di jalan-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow