Pembacaan Alkitab : Yeremia 33: 10-13
TEMA : SUKACITA HANYA DARI TUHAN
"Akan terdengar lagi suara kegirangan dan sukacita..." (ay.11)
"Ah, itu kan hanya kata-kata penghiburan. Sudahlah Kenyataannya, penderitaan saya tidak berubah, saya masih menderita sampai saat ini." Kalimat seperti ini sering kita dengar dalam percakapan pastoral.
Kalimat tersebut lahir dari rasa frustrasi ketika janji pemulihan Tuhan terasa jauh dari kenyataan pahit yang sedang dihadapi.
Keadaan Israel di pembuangan sangat memprihatinkan tanpa harapan. Mereka merasa tidak ada lagi yang dapat menolong untuk memulihkan keadaan.
Di tengah keluh kesah itu, nabi Yeremia menyampaikan janji Tuhan yang radikal. Tuhan menegaskan bahwa la mendengar dan melihat penderitaan umat-Nya.
Meskipun kehancuran itu adalah akibat dosa, la berjanji akan mengubah tempat yang sunyi itu menjadi panggung sukacita sejati.
Sukacita sejati hanya dari Tuhan. Keadaan yang hancur kelak akan menjadi baik yang digambarkan dengan dapat menghitung domba yang merupakan gambaran teratur, terstruktur, dan kelimpahan, tanda bahwa masyarakat kembali tertata.
Tiada kehancuran yang permanen di tangan Tuhan karena kasih Tuhan itu abadi atas umat-Nya.
Suara pesta pernikahan adalah simbol sukacita dan harapan karena umat kembali bersama Tuhan bagaikan satu keluarga bahagia dalam suatu persekutuan yang indah.
Mungkin saat ini Anda berada dalam masa "sunyi" atau kehancuran. Ingatlah janji ini: Tuhan tetap mengasihimu dan mampu memulihkanmu.
Kenyataan yang kita lihat tidak selalu sama dengan yang Tuhan sediakan. Sukacita sejati yang dari Tuhan tidak bergantung pada situasi, harta, atau keberhasilan, melainkan pada janji-Nya yang pasti akan digenapi.
Mari kita terus percaya pada janji setia-Nya dan bersukacitalah dalam proses yang sedang berlangsung, la lah Allah yang patut dipercaya yang tidak pernah mengingkari janji-Nya.
Doa: Engkaulah sumber sukacita kami, ya Tuhan. Bimbinglah kami selalu dekat pada-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow