Pembacaan Alkitab : Yesaya 55:6-7
TEMA : TUHAN MENYAMBUT YANG DATANG KEMBALI PADA-NYA
"... Baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan menyayanginya..." (ay.7)
Beberapa waktu yang lalu, kita menyaksikan keputusan Presiden Prabowo yang memberikan abolisi kepada Tom Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto.
Tanpa perlu memperdebatkan proses hukumnya, ada sebuah esensi yang kuat: mereka yang telah dinyatakan bersalah kini sepenuhnya bebas.
Mereka tidak lagi harus menjalani hukuman karena sebuah otoritas yang lebih tinggi telah menganugerahkan pembebasan.
Tentu saja mereka sangat berterima kasih atas kebebasan itu; tidak ada lagi penderitaan, yang ada hanyalah kemerdekaan.
Israel pun sangat menderita di pembuangan di Babilonia. Sesungguhnya, Tuhan tidak menghendaki mereka terus-menerus menderita.
Maka, Tuhan menjanjikan pembebasan dengan syarat mereka harus bertobat, meninggalkan jalan-jalan mereka yang keliru dan rancangan mereka yang jahat.
Siapa pun yang mau datang kembali akan disambut-Nya dengan sukacita dan diampuni kesalahannya.
Tujuannya adalah untuk menyelamatkan mereka. supaya tidak lagi menderita melainkan bebas menikmati berkat keselamatan dari Tuhan.
Ternyata, jalan itu Tuhan siapkan melalui Raja Koresh yang kemudian menguasai Babilonia, yang lewat kebijakan politiknya membiarkan bangsa jajahannya kembali ke daerah asal untuk membangun, asalkan tetap memberi upeti kepada raja.
Tuhan ingin manusia menikmati keselamatan-Nya, melalui cara- Nya, la memanggil kita untuk meninggalkan perbuatan dan rancangan jahat yang bertentangan dengan kehendak-Nya.
Kita harus menerima kebaikan Tuhan ini dengan sikap bersyukur. Jangan kita mengeraskan hati.
Tanpa kasih-Nya, kita dapat menderita dan binasa. Dengan memenuhi panggilan-Nya, kita akan menikmati pemulihan sejati.
Mari kita tunjukkan keinginan dan usaha untuk berbalik kepada-Nya, memanfaatkan kesempatan yang ada sebelum terlambat.
Tangan-Nya selalu terbuka menyambut kehadiran kita. Temukan dan syukurilah cara-cara penyelamatan-Nya sebab Dia-lah sumber keselamatan kita. Amin.
Doa: Terima kasih atas panggilan-Mu yang memberi kami hidup. Janganlah biarkan kami menjauh melainkan dekaplah kami selalu dekat kepada-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow