Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta Jadi Panggung Andi Amran Sulaiman Tegaskan Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah

Toar Rotulung • 2026-02-17 07:41:16

Mentan  Andi Amran Sulaiman memaparkan strategi swasembada pangan. (Sumber: Kementan)
Mentan Andi Amran Sulaiman memaparkan strategi swasembada pangan. (Sumber: Kementan)

JAGOSATU.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan strategi besar swasembada pangan sebagai fondasi stabilitas ekonomi nasional dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2). Di hadapan pelaku usaha dan ekonom, ia menegaskan bahwa sektor pangan kini ditempatkan sebagai jangkar utama ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Mentan Amran, terdapat dua langkah strategis yang menjadi pilar percepatan swasembada pangan, yakni deregulasi dan transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju modern. Kebijakan tersebut dirancang untuk memangkas hambatan struktural sekaligus meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Dalam satu tahun terakhir, pemerintah menerbitkan 13 Peraturan Presiden di sektor pertanian, jumlah terbanyak sepanjang sejarah. Selain itu, sekitar 500 regulasi internal dicabut karena dinilai memperlambat implementasi program. Deregulasi ini memangkas rantai birokrasi, mempercepat distribusi sarana produksi, serta menurunkan biaya produksi petani secara langsung.

Reformasi paling menonjol terjadi pada tata kelola pupuk. Jika sebelumnya distribusi pupuk harus melewati ratusan aturan lintas wilayah dan persetujuan berlapis, kini mekanismenya disederhanakan menjadi jalur langsung dari Kementerian Pertanian ke Pupuk Indonesia hingga ke petani. Dampaknya, biaya pupuk turun hingga 20 persen, sementara volume distribusi meningkat 700 ribu ton tanpa tambahan beban anggaran negara.

Transformasi modernisasi pertanian juga menjadi fokus utama. Program mekanisasi memungkinkan efisiensi tenaga kerja hingga 90 persen, mempercepat masa tanam dan panen, serta mendorong indeks pertanaman dari satu kali menjadi tiga kali tanam per tahun. Efisiensi ini menekan biaya produksi hingga 50 persen dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Indikator kesejahteraan tercermin pada Nilai Tukar Petani yang kini mencapai 125, tertinggi sepanjang sejarah. Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah sebesar Rp6.500 per kilogram turut memperkuat posisi petani, dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp132 triliun di tingkat akar rumput.

Dalam forum yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton, meningkat 13 persen dibanding tahun sebelumnya. Cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog juga menembus 4,2 juta ton, menjadi posisi tertinggi dalam sejarah pencatatan stok nasional.

Selain penguatan produksi eksisting, pemerintah menjalankan program optimalisasi lahan rawa sebagai strategi ekspansi jangka panjang. Tahap awal dilakukan melalui revitalisasi 200 ribu hektare lahan di Kalimantan dengan dukungan sistem irigasi modern. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi sentra pangan baru yang menopang ketahanan nasional di masa depan.

Mentan Amran menekankan bahwa kombinasi deregulasi, modernisasi pertanian, serta kebijakan harga yang berpihak kepada petani merupakan fondasi menuju swasembada pangan berkelanjutan. Strategi ini tidak hanya menargetkan kecukupan produksi, tetapi juga stabilitas harga, peningkatan pendapatan petani, serta penguatan ekonomi daerah.

Dengan capaian produksi beras yang meningkat, stok pangan nasional yang kuat, serta reformasi struktural di sektor hulu hingga hilir, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Editor : Toar Rotulung