Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Gerak Cepat Mentan Amran Turun ke Pasar, Harga Langsung Turun 15 Ribu

Toar Rotulung • 2026-02-23 12:17:11

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung turun ke lapangan usai menerima laporan kenaikan harga dari masyarakat. (Kementan)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung turun ke lapangan usai menerima laporan kenaikan harga dari masyarakat. (Kementan)

JAGOSATU.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kebayoran, Jakarta, Jumat (20/2/2026), menyusul laporan masyarakat terkait kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Ramadan.

Mentan Amran mengatakan laporan kenaikan harga ayam dan bawang putih diterima saat dirinya tengah memimpin rapat. Ia kemudian langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian, mulai dari tingkat Mabes hingga Kapolres setempat.

"Kami tadi pagi sedang rapat, laporan datang ke kantor, mengatakan bahwa harga ayam naik, harga bawang putih naik. Setelah kita telepon, Pak Kapolda, Pak Dirkrimsus dengan Pak Kapolres, harganya langsung turun dari 40 ribu menjadi 25 ribu. Jadi ternyata telepon itu menurunkan harga 15.000 per kilo," ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang memainkan harga, terutama di bulan suci Ramadan. Koordinasi cepat dilakukan bersama Polri untuk memastikan harga kembali sesuai ketentuan.

Saat sidak berlangsung, harga bawang putih yang sebelumnya dilaporkan mencapai Rp60 ribu per kilogram turun menjadi Rp38 ribu atau berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Mentan Amran mengapresiasi pelaku usaha yang langsung menyesuaikan harga.

Namun, temuan berbeda terjadi pada minyak goreng rakyat merek MinyaKita. Produk yang seharusnya dijual Rp15.700 per liter ditemukan dipasarkan Rp19.000 per liter.

"Ini minyak goreng tertulis 15.700. Tapi dijual tadi 19.000. Ini kami minta Pak Dirkrimsus, aku serahkan ini diproses hukum, segel unit usahanya. Tapi jangan penjual pengecer, tidak boleh. Ini akan ditelusuri," tegasnya.

Mentan Amran bahkan membeli dua kemasan MinyaKita sebagai barang bukti untuk ditelusuri hingga ke distributor besar dan perusahaan pemasok. Ia meminta aparat menindak tegas pihak yang terbukti melanggar aturan tanpa mengganggu pedagang kecil.

Menurutnya, pemerintah tidak berniat menghambat aktivitas usaha. Namun seluruh pelaku usaha pangan wajib mematuhi regulasi, terutama selama Ramadan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

Ia juga menekankan komoditas strategis seperti beras, ayam, daging, telur, dan minyak goreng harus dijual sesuai HET. Pemerintah, kata dia, tidak ingin masyarakat dirugikan akibat ulah segelintir oknum.

Mentan Amran memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan lebih dari cukup. Pemerintah telah melakukan penguatan pasokan sebelum Ramadan guna mengantisipasi lonjakan permintaan.

Sebagai langkah mitigasi, operasi pasar dan pengawasan ketat akan terus dilakukan di seluruh Indonesia. Ia menegaskan tidak ada alasan harga minyak goreng naik di dalam negeri, mengingat Indonesia merupakan salah satu eksportir utama minyak sawit dunia.

"Kita mengekspor minyak ke seluruh dunia. Kenapa naik? Enggak ada alasan minyak goreng naik di Indonesia. Enggak boleh diberi ampun. Bagi orang yang ingin memanfaatkan bulan suci Ramadan itu harus ditindak," pungkasnya.

Editor : Toar Rotulung
#sidak pasar #MinyaKita #Andi Amran Sulaiman #Operasi Pasar Ramadan