Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ramadan Terkendali, Kementan Pastikan Cabai Rawit Merah Tetap Terjangkau

Toar Rotulung • 2026-02-24 07:23:06

 Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengguyur sebanyak 1,7 ton cabai rawit merah.
Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengguyur sebanyak 1,7 ton cabai rawit merah.

JAGOSATU.COM - Kementerian Pertanian kembali mengguyur sebanyak 1,7 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) pada Minggu (22/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga di tingkat konsumen selama Ramadan.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, menyampaikan bahwa pasokan ke PIKJ akan terus dijaga melalui dukungan jaringan champion cabai di berbagai sentra produksi.

“Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga. Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi,” ujarnya.

Harga cabai rawit merah dari sentra produksi dipatok di kisaran Rp50.000 per kilogram. Untuk memastikan harga tetap terjangkau di pasar, pemerintah melalui fasilitasi distribusi pangan oleh Badan Pangan Nasional memberikan subsidi biaya transportasi dari daerah produksi ke Jakarta. Dengan skema tersebut, harga tertinggi di tingkat konsumen ditargetkan tidak melebihi Rp65.000 per kilogram.

Secara umum, harga komoditas hortikultura lainnya relatif stabil. Cabai rawit putih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp25.000 per kilogram, cabai besar merah Rp40.000 per kilogram, dan cabai keriting merah Rp50.000 per kilogram. Dari seluruh jenis cabai tersebut, hanya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga dipengaruhi oleh tingginya curah hujan di sejumlah sentra produksi. Intensitas hujan yang tinggi menghambat proses pemetikan sehingga pasokan sempat tertahan. Selain faktor cuaca, peningkatan konsumsi menjelang dan awal Ramadan, termasuk tradisi nyekar atau ziarah kubur di sejumlah daerah, turut mendorong lonjakan permintaan.

“Curah hujan tinggi membuat petani tidak bisa melakukan pemetikan optimal. Ditambah peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan, menyebabkan harga sempat naik. Namun dengan intervensi distribusi ini, kami optimistis harga segera stabil,” kata Agung.

Kementan di bawah komando Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memastikan pemantauan harga dan pasokan dilakukan secara intensif di seluruh wilayah. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta jaringan champion cabai terus diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi.

Intervensi ini merupakan bagian dari komitmen menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat selama bulan suci Ramadan. Pemerintah menegaskan distribusi akan terus dilakukan secara responsif apabila terjadi lonjakan harga, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar dan terkendali.

Editor : Toar Rotulung
#pasar induk kramat jati #ramadan #Andi Amran Sulaiman #cabai rawit merah #kementan