Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kepala Dinas Diminta Bergerak Cepat, Mentan Amran Tekankan Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah

Toar Rotulung • 2026-02-25 13:49:57

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk tetap memacu percepatan cetak sawah.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk tetap memacu percepatan cetak sawah.

JAGOSATU.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk terus memacu percepatan cetak sawah, optimalisasi lahan, serta program strategis pertanian lainnya. Momentum swasembada pangan yang telah diraih, tegasnya, tidak boleh kendur dan harus dijaga secara berkelanjutan.

Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Dalam forum yang dihadiri jajaran Eselon I dan II serta Kepala Dinas se-Indonesia itu, Mentan Amran menyampaikan apresiasi atas sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan swasembada pangan, sekaligus mengevaluasi progres cetak sawah per provinsi.

Ia meminta seluruh daerah melaporkan progres signifikan hingga akhir Maret 2026. Daerah yang dinilai tidak menunjukkan keseriusan akan dievaluasi, bahkan anggarannya dapat dialihkan ke wilayah yang lebih progresif.

“Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nolkan anggarannya, Menteri yang tanggung jawab,” tegasnya.

Target Cetak Sawah dan Sistem Berkelanjutan

Mentan Amran menekankan bahwa program cetak sawah merupakan fondasi utama keberlanjutan swasembada. Tahun lalu realisasi mencapai sekitar 200 ribu hektare, sementara tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare.

Jika dikombinasikan dengan program optimalisasi lahan yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir, ia optimistis swasembada pangan dapat terjaga untuk jangka menengah hingga panjang.

“Ini yang membuat sistem nanti. Ini yang membuat berkelanjutan swasembada kita,” ujarnya.

Tren Produksi dan Stok Beras

Dalam paparannya, Mentan Amran juga menyoroti peningkatan produksi dan serapan beras nasional. Berdasarkan data pemantauan harian, pengadaan beras pada Januari meningkat 78 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Apabila tren tersebut bertahan selama tiga bulan ke depan, stok nasional berpotensi menembus 6 juta ton—angka yang disebutnya belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka.

“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton,” ungkapnya.

Evaluasi dan Pergeseran Anggaran

Meski capaian menunjukkan tren positif, Mentan Amran mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah. Evaluasi besar akan dilakukan setelah Lebaran Idulfitri, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran secara signifikan pada April 2026.

Daerah dengan progres rendah akan ditahan sementara bantuannya, sementara daerah dengan capaian tinggi akan mendapat tambahan dukungan. Langkah ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab agar anggaran puluhan triliun rupiah benar-benar menghasilkan produksi nyata.

“Yang rajin, kita tambahkan. Kita mau negara ini berproduksi,” tegasnya.

Fokus Komoditas Strategis

Selain padi, pemerintah juga memprioritaskan percepatan swasembada kedelai dan bawang putih sesuai arahan Presiden. Penguatan hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, dan lada turut menjadi agenda strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing.

Dengan percepatan terukur, disiplin realisasi anggaran, serta penguatan sinergi pusat dan daerah, Kementan optimistis momentum swasembada pangan dapat terus diperkuat. Targetnya bukan hanya peningkatan produksi jangka pendek, melainkan pembangunan sistem pertanian nasional yang kokoh dan berkelanjutan demi ketahanan pangan serta kesejahteraan petani Indonesia.

Editor : Toar Rotulung
#stok beras #Andi Amran Sulaiman #kementerian pertanian #swasembada pangan