Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Rakor Nasional Pertanian Dipimpin Mentan Amran Targetkan Swasembada Berkelanjutan dan Ekspor Beras Nasional

Toar Rotulung • 2026-02-25 13:55:51

Menteri Pertanian (Mentan Amran) Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Pertanian. (Kementan)
Menteri Pertanian (Mentan Amran) Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Pertanian. (Kementan)

JAGOSATU.COM - Penguatan stok beras nasional dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada pangan sekaligus kesiapan ekspor. Pemerintah memastikan surplus yang terjaga akan terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu memasok kebutuhan beras ke sejumlah negara.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional Pertanian di Auditorium Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Rakor dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, jajaran Eselon I dan II, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Pengadaan beras pada Januari tercatat meningkat 78 persen dibanding periode sebelumnya. Saat ini stok beras nasional berada di kisaran 3,5 juta ton dan diproyeksikan terus meningkat seiring panen raya serta tren produksi yang naik sekitar 15 persen hingga Maret.

“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” ujarnya optimistis.

Jika tren produksi konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus diperkirakan dapat mencapai sekitar 9 juta ton.

“Ini puncak prestasi Bapak Ibu semua. Tetapi jangan lengah. Swasembada ini harus kita pertahankan dan tingkatkan,” katanya.

Jajaki Ekspor ke Negara Sahabat

Dengan proyeksi stok yang kuat, pemerintah mulai menjajaki ekspor beras ke sejumlah negara, antara lain Filipina, Malaysia, Arab Saudi, dan Papua Nugini.

“Kalau tiga bulan ke depan tidak ada aral melintang, kita siap ekspor. Bahkan kita dorong dari wilayah timur langsung ke Papua Nugini,” ungkapnya.

Ia juga menyebut Presiden telah menyampaikan di forum internasional bahwa Indonesia berhasil menekan impor dan memperkuat swasembada pangan.

Fondasi Struktural Swasembada

Mentan Amran menegaskan keberlanjutan swasembada tidak hanya bergantung pada produksi jangka pendek, melainkan penguatan fondasi struktural melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah).

Tahun lalu realisasi cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare, sedangkan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare. Program oplah juga telah berjalan ratusan ribu hektare dalam dua hingga tiga tahun terakhir sebagai penguat kapasitas produksi nasional.

“Ini yang membuat swasembada kita sustain. Minimal bertahan 5 sampai 7 tahun, bahkan bisa 10 tahun kalau berlanjut,” tegasnya.

Saat ini terdapat sembilan komoditas yang telah mencapai swasembada. Namun dua komoditas masih menjadi perhatian serius, yakni kedelai dan bawang putih.

“Kedelai dan bawang putih ini fokus kita berikutnya. Kedelai memang agak berat, bawang putih relatif lebih memungkinkan. Kita selesaikan satu per satu,” ujarnya.

Selain itu, swasembada gula konsumsi ditargetkan tercapai tahun ini, sementara gula industri diharapkan menyusul dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Jaga Momentum

Dalam arahannya, Mentan Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pertanian daerah yang disebutnya sebagai “pahlawan pangan” atas capaian swasembada dan lonjakan produksi nasional.

Ia menutup Rakor dengan penegasan agar seluruh jajaran pusat dan daerah menjaga momentum peningkatan produksi, mempercepat realisasi program, serta memastikan pengawasan berjalan efektif.

“Kita putuskan hari ini. Saya mau cek satu-satu. Ini rapat sangat penting,” tegasnya.

Menurutnya, capaian swasembada merupakan hasil kerja kolektif pusat dan daerah yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan demi ketahanan pangan nasional dan posisi Indonesia di kancah global.

Editor : Toar Rotulung
#Rakor Pertanian #Andi Amran Sulaiman #kementerian pertanian #swasembada pangan