Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Rabu, 4 Maret 2026, Markus 11:20-22 Percayalah Kepada Allah

Alfianne Lumantow • 2026-03-04 08:44:14

LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Markus 11: 20-22

TEMA : PERCAYALAH KEPADA ALLAH!

"Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah!." (ay.22)

Ketika saya melayani di Salatiga tahun 1994, kabut tebal sering menghalangi pandangan mata.

Seorang anak kecil yang saya bonceng di motor berkata dengan takut: "Pa, saya takut, mungkin saja jalannya berlubang!"

Saya menatap matanya dan menyakin- kannya: "Anakku, percayalah! Papa sudah sering melewati jalan ini, pegang erat pinggang papa agar motornya tidak oleng, ya..."

 

Seperti itulah iman kepada Allah. Iman bukan soal melihat jaminan yang jelas di depan mata, tetapi mempercayakan diri kepada Allah yang setia membimbing kita, bahkan di tengah kabut kehidupan yang pekat.

Terkadang kita sering mengandalkan kekuatan sendiri dengan alasan logis atau keyakinan tertentu.

Pada waktu itu, masyarakat Yahudi mengalami kemerosotan iman. Mereka sibuk dengan ritual keagamaan yang hanya tampak luar, persis seperti pohon ara yang lebat daunnya tetapi tidak berbuah.

Mereka juga terjebak dengan pengharapan Mesias-Politis, seorang yang akan membebaskan bangsa dari kekuasaan Roma, daripada kepada Allah sejati.

Kita mungkin saja ragu menghadapi kehidupan dengan kesulitannya sehingga mengandalkan pikiran sendiri.

Ketika sakit mengandalkan teknologi kedokteran, untuk kesejahteraan mengandalkan kekayaan, atau mengandalkan kepercayaan supernatural dan lain sebagainya.

 

Marilah kita mempercayakan diri kepada Allah yang bertindak. mengandalkan-Nya mengatasi kabut kehidupan.

Yang terpenting adalah relasi kita dengan Pribadi Tuhan Yesus, yang menuntun dengan hikmat dan tangan-Nya yang berlubang paku.

Demikianlah anak saya tenang karena tatapan mata saya dan keyakinan dirinya tumbuh, sehingga perjalanan pun baik dan sampai tujuannya.

Meragukan perjalanan akan semakin memberatkan, mengganggu konsentrasi. Anak saya mengingatkan kemungkinan ada lubang di jalan yang ditempuh sangat baik.

Tetapi keyakinan pada perjalanan yang hati-hati karena sudah mengenal jalan itu dengan baik menjadi alat bantu yang tepat. Amin.

 

Doa: Tuhan, ajarkan dan yakinkan kami, bahwa mengandalkan-Mu adalah yang terbaik bagi kehidupan kami terus ke depan. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT