Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 4 Maret 2026, Markus 11:3-26, Belajar Percaya Bukan Mengatur Tuhan

Alfianne Lumantow • 2026-03-04 08:47:25

LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Markus 11:23-26

TEMA : BELAJAR PERCAYA, BUKAN MENGATUR TUHAN

"Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa pun yang berkata kepada gunung ini: Terangkat dan terbuanglah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya tetapi percaya bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya." (ay.23).

 

Seorang ibu Kristen di daerah terpencil berdoa agar anaknya bisa kuliah, padahal tidak punya biaya. la tetap menabung. mendorong anaknya belajar dan berdoa setiap malam.

Lima tahun kemudian, anak itu lulus dengan beasiswa penuh. Orang bertanya, "bagaimana ibu bisa yakin?" la menjawab, "Saya tidak tahu caranya. tetapi saya tahu Tuhan tidak pernah gagal."

Dalam konteks percakapan-Nya, Yesus sedang mengajarkan tentang "kuasa iman" setelah la mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (11:12-14).

Frasa "tidak bimbang hatinya" menekankan iman yang teguh dan percaya tanpa ragu, meskipun tidak melihat hasilnya secara langsung atau tidak logis.

Ibu dalam ilustrasi itu tidak mencari keyakinan lain, melainkan mendekat dan membuka diri kepada pribadi Yesus, yang begitu mengasihi dan sanggup menjawab doanya, dan bersedia menerima jawaban sesuai hikmat Nya.

 

Percaya di sini bukan sekadar optimisme, tetapi iman aktif yang mengandalkan kuasa Allah, bukan pada kekuatan manusia.

Jika jawaban doa belum terjadi atau berbeda dengan permintaan kita. iman membuat kita semakin mengenal-Nya dan tahu bahwa kita salah atau tidak tepat meminta.

Kita memahami bahwa Allah bukan mesin jawaban, tetapi Pribadi yang bertindak dengan kasih dan hikmat. Dengan iman, kita terbuka, bertemu Pribadi Yesus  dengan kehendak-Nya.

 

Di tengah dunia yang hanya mengandalkan logika atau hal-hal kasat mata, kita di panggil memiliki iman yang radikal. Iman yang berani mengandalkan Allah meski realitas berkata sebaliknya.

Bukan berarti kita menolak logika atau teknologi, tetapi kita tetap terbuka pada hikmat Allah dalam mengatasi persoalan hidup.

Firman Tuhan ini mengajak kita merenungkan: beranikah kita sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, bukan berusaha mengaturnya? Amin.

 

Doa Tuhan, kami belajar percaya, bukan mengatur-Mu, karena itu, tuntuniah kami agar berani menjadi orang percaya. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT