Pembacaan Alkitab : Markus 12:41-44
TEMA : TANGAN KECIL, HATI BESAR
"... Janda ini memberi dari kekurangannya semua yang dimilikinya, yaitu seluruh nafkahnya." (ay.44)
Di sebuah desa, ada seorang anak perempuan kecil yang datang ke gereja setiap minggu dengan membawa sekotak kecil bunga liar dan meletakkannya di altar.
la tidak punya uang untuk dipersembahkan kepada Tuhan yang ia kasihi. Teman-teman dan jemaat mengejeknya, tetapi sang pendeta justru tersenyum bangga.
Suatu ketika, pendeta tidak melihat anak kecil itu, maka ia mengambil bunga dan meletakkan di altar.
Pendeta rindu melihat ketulusan dan hati sang anak, dan berkata kepada jemaatnya bahwa anak itu memberikan persembahan dengan hati yang tulus, sehingga menyenangkan hati Tuhan.
Tangan kecil anak itu memberi dengan hati yang besar.
Penulis Injil Markus menutup pasal 12 dengan kisah janda miskin. Dengan menempatkan kisah ini di bagian akhir, kita diajak merenungkan dua hal yang berlawanan: disatu sisi ada kejahatan dan kemunafiikan, di sisi lain ada ketulusan dalam memberi.
Mari kita objektif menilai, bagaimana dengan tokoh-tokoh yang ada? Orang Israel yang jahat membunuh para nabi dalam perumpamaan penggarap kebun anggur, atau janda miskin yang memberi seluruh nafkahnya?.
Allah adalah kasih dan bermurah hati. Lalu bagaimana respons kita terhadap karya-Nya? Ada orang yang menghambat atau membunuh hamba Tuhan tetapi ada juga respons merespons dengan cerdas: memberi yang terbaik dengan tulus dan rela.
Dalam kenyataan suatu komunitas, kedua respons ini terjadi, bukan? Kita termasuk yang mana, hanya kita sendiri dan Tuhan yang tahu jawabannya.
Hari ini, setelah beraktivitas, mari kita mengevaluasi. Ingatlah bahwa Allah tidak berkekurangan apa pun.
la bisa membangun dunia ciptaan dengan kuasa-Nya sendiri. Namun, la melibatkan orang percaya yang rendah hati, yang memberi dengan tulus dan rela, bukan karena status.
Godaan beragama dengan status haruslah diatasi dengan ketulusan seperti anak kecil dan janda miskin. Amin.
Doa: Ya Tuhan, tuntunlah kami memberi dengan tulus dan rela; ujilah kami agar kami semakin berguna bagi pekerjaan-Mu di dunia ini. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow