Pembacaan Alkitab : Markus 14: 3-5
TEMA : MEMBERI, MELAMPAUI LOGIKA EKONOMI DAN SOSIAL
"Namun, beberapa orang menjadi marah dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?" (ay.4)
Sebuah ilustrasi: Di sebuah kota besar, ada seorang mahasiswa miskin yang hidup dari beasiswa.
Teman-temannya heran karena ia bukan dari keluarga mampu. Saat ditanya, ia menjawab: "Saya tahu, saya butuh uang, tapi saya juga tahu ada orang yang lebih membutuhkan.
Memberi itu bukan soal berapa yang kita punya, tapi berapa besar hati kita untuk mengasihinya".
Suatu hari, ia mendengar pergumulan teman sekelasnya, ibunya sakit keras dan butuh biaya.
Tanpa ragu, ia menyumbangkan semua tabungannya. Teman-temannya menyebutnya bodoh dan tidak realistis.
Tetapi belakangan, mahasiswa itu lulus dengan pujian dan mendapat pekerjaan yang baik. Hatinya tenteram dan tidak pernah kehilangan kasih dan damai.
Kisah ini mengingatkan kita pada Maria (saudara Marta dan Lazarus (Yoh.12)) meminyaki kepala Yesus dengan memecahkan buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang sangat mahal, setara dengan gaji satu tahun, secara ekonomi tidak masuk akal.
Secara sosial pun dianggap tidak pantas, bahkan dicela: "untuk apa pemborosan ini?"
Pemberian sejati ini melampaui perhitungan ekonomi dan norma sosial; Maria mendasarkan pada kasih dan pengenalan akan pribadi Kristus.
Dunia memang menghitung berdasarkan uang dan efisiensi, tetapi Allah melihat hati dan pengorbanan.
Sebagai orang Kristen, kita pun bisa bersaksi bahwa pemberian Kristus itu begitu besar, tidak dihitung secara ekonomi.
Terkadang tidak logis ketika orang memiliki gaji kecil tetapi bisa menguliahkan anak dan mereka sukses.
Mahasiswa miskin menyisihkan beasiswanya demi orang lain dan Maria memberi yang terbaik kepada Tuhan Yesus, membawa kita untuk merenungkan pemberian kita yang melampaui logika ekonomi dan sosial.
Memberi itu memang tidak mudah, tetapi kita terus belajar meneladani pemberian tulus Yesus, menebus kita dari kuasa dosa. Amin.
Doa: Tuhan, ajarkan kami memberi dengan hati, melampaui logika ekonomi dan sosial, karena kami pun menerima kasih-Nya yang menyelamatkan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow