Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 8 Maret 2026, Mazmur 73:21-22 Dalam Kegelapan Aku Bertemu Tuhan

Alfianne Lumantow • 2026-03-06 08:44:41

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Pembacaan Alkitab : Mazmur 73: 21-22

TEMA : DALAM KEGELAPAN AKU BERTEMU TUHAN

Ketika hatiku pedih dan buah pinggangku seperti tertusuk-tusuk, (ay.21)

 

Pada puncak kariernya, Teddy mengalami kebutaan akibat glaukoma. Beberapa kali operasi mata dilakukan, tetapi ia tetap tidak dapat melihat.

Rasa marah, sedih, dan kecewa kepada Tuhan dialaminya selama beberapa bulan. Hingga akhirnya, ibunya membacakan sebuah ayat Firman Tuhan yang menasihatinya.

Dari keterpurukan itu, ia perlahan bangkit dan kini menjadi narasumber untuk membagikan pengalaman tentang kepedihan hati dan kebodohannya saat marah kepada Tuhan.

Dalam sebuah kegiatan gereja, ia bersaksi, "Dalam kegelapan, saya bertemu Tuhan." Apakah dalam kesengsaraan, kita bisa berjumpa dengan Tuhan?

Apakah di tengah sakit penyakit, keputusasaan, dan beratnya kehidupan yang penuh dengan penghinaan serta kebodohan, kita tetap bisa merasakan kasih dan penyertaan Tuhan?

 

Pemazmur mengungkapkan kepedihan hati yang mendalam yang digambarkan sampai buah pinggangnya tertusuk-tusuk (ayat 21).

Kedunguan mewarnai hidupnya hingga marah dan kecewa pada Tuhan menggambarkan kesengsaraan yang dialami sangat berat (ayat 22). Pemazmur memperlihatkan kerapuhan dirinya.

Kesengsaraannya begitu dalam sehingga hatinya sangat pedih dan mengalami sakit secara fisik hingga pinggangnya tertusuk-tusuk.

la tidak dapat berpikir baik hingga menjadi dungu. Kondisi pemazmur menunjukkan kesengsaraan yang menyentuh fisik dan psikis.

 

Kesengsaraan seperti apa yang kita hadapi saat ini? Anak-anak yang memberontak kepada orang tua, suami yang tidak bertanggung jawab, istri yang tidak mengasihi keluarga, orang tu, pelayan gereja, serta tokoh masyarakat.

Yang tidak menjadi teladan, penyakit, atau pengaruh media sosial yang merusak moral hingga keluarga menjadi korban kekerasan, dan masih banyak lagi bentuk kesengsaraan lainnya.

Jangan pernah menjauh dari Tuhan Yesus. Tetaplah melekat pada-Nya. Akan ada kemuliaan yang diberikan Tuhan, untuk mengangkat kita keluar dari segala bentuk kesengsaraan yang kila alami. Amin.

 

Doa: Tuhan Yesus, kuatkanlah aku dalam menghadapi pergumulan. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT