Pembacaan Alkitab : Mazmur 77:23
TEMA : BERSERU KEPADA-NYA
Aku hendak berseru-seru dengan nyaring kepada Allah, dengan nyaring kepada Allah, supaya la mendengarkan aku. (ay.2)
Pemazmur memperlihatkan dirinya sebagai seorang yang tidak berhenti berharap. Semangatnya yang tidak melemah untuk tetap datang kepada Tuhan menjadi teladan iman yang patut dicontoh Tanpa henti, ia terus berseru kepada Tuhan.
Ini adalah gambaran iman yang hidup dan teguh. Meskipun apa yang diserukan belum kunjung dijawab, tetapi hal itu tidak menyurutkan semangatnya.
Di sinilah kita dapat melihat ketekunan pemazmur yang menunjukan bahwa berseru kepada Tuhan adalah wujud keyakinan iman yang kuat, bahkan hal itu terjadi ketika ia sedang berada di tengah luka dan lelah.
Tuhan Allah sendiri tidak pernah jauh dari seruan anak-anak-Nya. Dalam kesesakan yang dialami umat-Nya, la mendengarkan. Dalam keputusasaan, la juga hadir.
Berseru kepada Tuhan bukan sekadar meminta pertolongan, tetapi juga mengakui bahwa hanya Dia satu- satunya harapan dan sumber kekuatan.
Bisa saja apa yang diserukan belum segera mendapatkan jawaban, tetapi satu hal pasti yang menjadi jaminan bahwa Tuhan mendengarkan.
Di saat keadaan yang menyesakan meliputi kita dan membuat kesedihan dan kepedihan, janganlah ragu untuk datang kepada Nya dengan tulus hati dan sepenuh hati.
Berserulah kepada-Nya, bahkan ketika hati penuh luka. Tuhan rindu mendengarkan setiap seruan kita.
Belajar dari pemazmur, kita akan mendapati bahwa dibalik seruan kita, Tuhan menyediakan jawaban, penghiburan dan kekuatan baru yang kita butuhkan.
Oleh karena itu, di malam hari ini ketika kita akan beristirahat, marilah kita berseru kepada-Nya dengan tulus.
Serahkanlah seluruh beban pergumulan kita kepada-Nya, sebab la mendengar, la peduli dan la akan memberikan kekuatan dan damai sejahtera bagi kita. Amin.
Doa: Ya Tuhan, hanya Engkaulah yang kami percaya mendengarkan seruan doa, kami bawa pergumulan ini dalam seruan yang tak putus- putusnya. Dengarkanlah. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow