Pembacaan Alkitab : Mazmur 119: 25-27
TEMA : AJARILAH KETETAPAN-MU
Langkah-langkah hidupku kuceritakan dan Engkau menjawab aku, ajarilah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku (ay.26)
Pemazmur mengungkapkan keberadaannya dengan ungkapan jiwaku rebah dalam debu. Jiwa yang melekat pada debu melukiskan seseorang yang merasa terbenam, tanpa harapan, bahkan seolah- olah mendekati kematian.
Akan tetapi, di tengah kepedihan itu, pemazmur tidak menyerah pada keputusasaan.
Ia berseru kepada Tuhan, agar Tuhan mengajari ketetapan-ketetapan-Nya Hal itu dilakukan oleh pemazmur, karena ia yakin bahwa mempelajari Firman dan kehendak Tuhan akan menolong pemazmur memiliki pemahaman yang luas terhadap situasi yang sedang ia alami.
Di sisi lain, ia percaya bahwa hidup sejati itu berasal dari Firman Tuhan, sehingga hal tersebut akan menolong dia bangkit dari keterpurukan.
Inilah respons iman yang luar biasa. Saat dunia terasa runtuh, pemazmur tidak mencari pelarian dalam hal-hal fana, melainkan ia kembali kepada Firman Tuhan.
Firman Tuhan bukan sekadar kumpulan pengajaran dan pengetahuan, tetapi terang yang menuntun di jalan gelap.
Ketetapan-Nya mengangkat pemazmur dari kejatuhan dan meneguhkan langkahnya.
Kesediaannya dalam kerendahan hati untuk terus mendalami dan belajar Firman dan ketetapan Tuhan adalah spiritualitas sejati yang dicontohkan oleh seorang pemazmur.
Marilah, melalui renungan di pagi ini, kita diingatkan bahwa dalam situasi apa pun, bahkan disaat hati terluka, semangat padam, atau harapan terasa hilang, jadikanlah Firman Tuhan sebagai pegangan hidup yang kokoh.
Teruslah membuka diri untuk mencari dan mendalami Firman dan Kehendak-Nya. Kendati saat ini kita mengalami situasi sulit yang penuh dengan penderitaan, justru itu menjadi kesempatan untuk mendorong agar semakin melekat pada Nya.
Ketika jiwa kita rapuh, biarlah doa kita terus terangkat: "Tuhan, ajarilah aku ketetapan-Mu."
Sebab di dalam firman-Nya, ada kekuatan untuk bangkit, pemulihan dan harapan untuk hidup yang berkenan kepada-Nya. Amin.
Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami akan jalan dan kehendak-Mu, agar kehidupan yang dijalani saat ini dapat memuliakan-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow