Pembacaan Alkitab : Mazmur 119:51-56
TEMA : MESKI DICEMOOH TETAP TIDAK MENYIMPANG
Orang congkak mencemooh aku habis-habisan, tetapi aku tidak menyimpang dari Taurat-Mu. (ay.51)
Pada bagian ini, pemazmur mengalami ketertekanan. la menderita sengsara, dicemooh, diolok-olok oleh orang sombong yang merasa lebih pandai.
Akan tetapi, situasi yang tidak mengenakan itu tidak membuat ia tergoda untuk menyimpang dari Firman Tuhan.
Di samping itu, ia berhadapan dengan orang yang seiman, tetapi telah meninggalkan Firman Tuhan dan menyangkal bahwa Tuhan nyata.
Inilah yang diungkapkan dengan kegeraman melihat orang yang telah menyeleweng dari ketetapan Tuhan. Pada gilirannya, situasi ini membuatnya merasa asing di negerinya sendiri.
Pada zaman itu, cemoohan dianggap sebagai penghinaan berat. Sebab, ketika seseorang berkomitmen untuk hidup saleh dan benar, sering kali dijadikan bahan olok-olok, terutama dari orang-orang yang menolak hidup dalam ketetapan Tuhan.
Oleh karenanya, keadaan dicemooh merupakan penderitaan bagi seseorang yang hidup benar di tengah masyarakat yang memberontak kepada Allah.
Namun, dalam situasi yang sangat besar peluangnya untuk membuat pemazmur dapat menyimpang, hal itu tidak ia lakukan.
la tetap memberikan teladan untuk tetap setia kepada Firman Tuhan meski dalam tekanan dan penghinaan.
Pada saat ini, kita pun berjumpa dengan situasi yang dialami dan dihadapi oleh pemazmur.
Apalagi ketika kita memutuskan dan memilih untuk hidup sesuai dengan Firman Tuhan dengan menjaga integritas, menolak korupsi, bersikap jujur dan menolak pergaulan yang menyesatkan, tidak jarang hal itu bisa menjadi bahan olok-olokan karena dianggap "sok suci".
Orang disekitar kita bisa saja beranggapan bahwa kita kuno, fanatik atau bahkan munafik karena tidak mengikuti arus dunia yang menyeleweng dari nilai-nilai kebenaran.
Namun, melalui Firman Tuhan ini kita diajarkan agar kita tetap teguh dalam kebenaran meskipun karena kebenaran itu kita mengalami penghinaan dan penderitaan. Amin.
Doa: Ya Tuhan, kuatkan dan teguhkanlah kami dengan Roh Kudus-Mu, sehingga ketika kami dicerca, dihina dan dicemooh, kami tetap setia dalam kebenaran-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow