Pembacaan Alkitab : Matius 5:1-5
TEMA : BAHAGIA SEJATI
"Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi" (ay. 5).
Sepenggal syair dari lagu Nusa Tenggara Timur (NTT) yang populer, enak, menarik, dan menggerakkan pendengarnya menari riang:
Ikan nae di pante, mama mama dong turun beli ikan di pante lihat ko minum oke dong buat rumpu rampe. Kurang nikmat apa kita hidup di NTT.
Pesan syairnya: betapa menyenangkan menjalani kehidupan di NTT. NTT yang biasa diceritakan sebagai wilayah kering bahkan tandus, sedikit pohon, sulit air, tetapi banyak padang rumput (sabana), ternyata memiliki tanah atau wilayah dengan nuansa yang dapat membuat orang merasa nyaman ditinggali.
Syair lagunya memperlihatkan kebahagiaan tersendiri dengan alam NTT. Suatu kebahagiaan yang sanggup melahirkan kebanggaan masyarakat NTT karena tanah dan alamnya.
Itulah alam anugerah Tuhan yang dapat melahirkan rasa bahagia dan penuh syukur, yang ternyata di sana la pun hadir memberi tanah dan kehidupan yang sangat menyenangkan.
Merasakan kebahagiaan yang serasa tak terukur lewat lagu di atas membantu kita memahami makna suasana "bahagia" dari keadaan miskin, dukacita, dan sikap yang lemah lembut.
Ketiga keadaan tersebut menggambarkan kondisi yang parah: suasana batin tidak karuan, tidak memiliki kekuatan atau apa-apa yang diandalkan untuk lepas dari keadaan tersebut.
Tetapi dari kondisi ketidakberdayaan itu, seseorang dapat mengandalkan Tuhan Yesus.
Keadaan susah karena keterbatasan, ketaksanggupan, kesederhanaan, serta kemampuan mengontrol diri membuat sikap berserah.
Penyerahan hidup pada Tuhan menunjukkan kerendahan hati sekaligus merasakan hidup yang tak terlepaskan dari berkat-berkat- Nya.
Rasa bahagia dari Kristus bukan karena adanya kekayaan melimpah, apa-apa yang diandalkan, dan kekuatan diri.
Bahagia yang bersumber dari dunia dapat hilang sesuai masa ataupun waktunya. Mari andalkan sumber bahagia sejati dalam Kristus. Amin
Doa: Ya Yesus, tolong kami untuk berani memiliki keyakinan, bahwa hanya dalam Engkau bahagia yang tak dapat dirampas oleh situasi atau masa apa pun dapat kami miliki. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow