Pembacaan Alkitab : Matius 5:17-20
TEMA : MENERIMA HUKUM
Janganlah menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya" (ay. 17).
Bukankah sekarang zaman kebebasan, dan kebebasan itulah yang diperjuangkan? Karena kalau bebas, sepertinya hidup ini enak.
Adanya aturan hanya merepotkan. Melakoni hidup serasa terbatas karena harus patuh dan dikawal agar mengikuti berbagai norma hukum moral.
Banyak standar etika dirasa membatasi perilakunya. Betul, kita tidak hidup sendiri, tetapi bukankah setiap individu bebas berperilaku, asalkan tidak merugikan orang lain?
Prinsip seperti itu tentu mengabaikan pertalian kerabat atau komunitas apa pun, di mana dirinya cenderung mau hidup bersama.
Di setiap perkumpulan atau komunitas apa pun selalu ada aturan, bahkan hukum yang sudah dan akan dibuat bersama, yang berguna mengarahkan setiap anggotanya agar berguna bagi sesama dan komunitasnya.
Negara memiliki hukum guna mengatur agar kebaikan, kesejahteraan, dan keadilan dapat terjaga serta berlangsung.
Allah menganugerahkan Hukum Taurat, yakni 10 Perintah Allah, bukanlah untuk membatasi kebebasan manusia, melainkan karena Allah mengasihi ciptaan-Nya.
Yesus sangat menjunjung dan menghormati kekudusan hukum, sehingga la tidak menghapus dan mengabaikannya.
Justru yang ditentang-Nya adalah paksaan untuk memberlakukan ribuan hukum tertulis sebagai turunan Dasa Titah sebagai hasil rumusan para ahli Taurat, sementara mereka tidak mengajarkan motif dan prinsip dasar Hukum Taurat, yakni kasih.
Tetapi Yesus, melalui hidup-Nya, memberikan teladan untuk memenuhi prinsip hukum Allah tersebut. Prinsip hukum itu memungkinkan hadirnya hidup damai, adil, dan bahagia.
Penyambutan terhadap Hukum Taurat haruslah bertolak dari kesadaran akan kasih Allah pada dirinya, yang kemudian disambut dengan penuh ungkapan syukur.
Kesadaran itu mendorong untuk memberi rasa hormat pada Allah serta perhatian penuh kasih bagi sesama dan dirinya.
Mari hari ini, kita semakin menghormati Allah dengan berbuat bebas dalam mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Amin.
Doa: Ya Yesus, kiranya kami terus menghormati kasih-Mu yang menjadi nyata dengan hidup mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow