Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Pemuda, Renungan Harian, Jumat, 20 Maret 2026, Matius 5:31-42 Hidup Yang Berhikmat

Alfianne Lumantow • 2026-03-18 00:15:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Pembacaan Alkitab : Matius 5:31-42

TEMA : "HIDUP YANG BERHIKMAT"

Sering kall inti persoalan bukanlah yang dilihat, persoalan sesungguhnya adalah soal hati yang berkeras mengabaikan hikmat dari Tuhan.

"Tetapi Aku berkata kepadamu..." (ay.34)

 

Sobat muda, dalam bannah dan soal pembalasan Harg seperti: perceraian, sumpah dan soal pembalasan. Hal-hal yang disebutkan Injil Matius bukanlah barang yang sudah lenyap atau selesai di zaman modem ini.

Persoalan yang disebutkan adalah persoalan purbakala yang tidak tertanam dalam tanah tetapi tertanam dalam hati manusia.

Cara pandang yang keliru terhadap berbagai persoalan manusia dan menjadi kebiasaan hidup sehari-hari telah mengaburkan inti persoalan yang sesungguhnya.

 

Bagi Injil Matius, cara yang benar mengatasi persoalan hidup hanya melalui Yesus. Yesus berucap "Aku berkata kepadamu..." bahwa yang menjadi persoalan utamanya adalah hati manusia yang ingin menyelesaikan persoalan tanpa lebih dahulu menentukan inti masalahnya.

Sudut pandang yang harus diperbaiki bukan soal surat cerai, tetapi perceraian itulah masalah sesungguhnya.

Bukan soal sumpah palsu, tetapi bersumpah itulah yang harus dihindari. Bukan soal pembalasan melainkan penggunaan kekerasan itulah yang tidak boleh dilakukan manusia.

Dua ribuan tahun yang lalu, Tuhan Yesus sudah mengoreksi cara kerja hati dan pikiran manusia, jika persoalan ini masih terjadi sampai saat ini, maka manusialah yang mengabaikan hikmat Yesus (bnd, Mat. 5:48).

Menjadi berhikmat berarti mau memperjuangkan kebenaran bagi banyak orang karena itulah yang dikehendaki Allah.

 

Sobat Muda, hidup berhikmat menurut Injil Matius adalah kemampuan mengidentifikasi inti dari persoalan, dan hikmat.

Inilah yang merupakan teladan Yesus bagi sobat muda yang sedang mencari solusi atas keragaman masalah kehidupan.

Jadilah berhikmat seturut Firman Tuhan, cari solusi berdasarkan inti persoalan bukan berdasarkan kebiasaan atau desakan kepentingan.

Agar berkontribusi positif dalam mengatasi persoalan dengan benar dan membawa damai di tengah- tengah masyarakat dan persekutuan. Amin.

 

Doa: Bapa kami yang di surga, anugerahkan kami hikmat dalam mengkaji persoalan dengan benar sebelum mengambil keputusan. Amin.

           

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA PEMUDA #GPIB #Renungan Harian