Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 20 Maret 2026, Matius 5:31-42 Tidak Lumrah

Alfianne Lumantow • 2026-03-18 00:55:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Matius 5: 31-42

TEMA : TIDAK LUMRAH

"Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat" (ay. 37).

 

Di tengah kebiasaan pergaulan yang mungkin tidak lazim, mungkin juga sekarang kita akan berjumpa dengan perbuatan yang dianggap tidak lumrah.

Sewaktu banyak orang memandang perceraian sebagai sesuatu yang wajar terjadi, justru perkawinan Kristiani memperlihatkan hakikat kemurnian cinta, kesucian perkawinan, dan kesetiaan.

Sikap yang menjunjung ketiga nilai itu dimaksudkan demi mewujudkan kehidupan keluarga yang bahagia dan tidak dirusak oleh keinginan atau kepuasan salah satu pihak saja.

 

Kekristenan juga sangat meyakini bahwa dalam segala peristiwa kehidupan manusia, Allah hadir di sana.

Ia sudah ada tanpa harus dipanggil; seolah ada ruang dan waktu tertentu ketika Dia bisa hadir atau tidak. la hadir dan mengetahui segala pikiran dan perbuatan, bahkan mendengar semua ucapan kita.

Dengan keyakinan bahwa dalam dunia milik-Nya ini Tuhan senantiasa hadir di mana-mana, orang Kristen akan berpikir, bertutur, dan bertindak dengan benar di mana pun dan dalam keadaan apa pun, sehingga semakin dipercaya oleh siapa saja.

Bahkan, sekalipun ia harus bekerja berat, ia akan memperlihatkan sikap kerja yang bertanggung jawab, menjunjung kejujuran, serta tidak bersungut-sungut.

Semua pekerjaan itu dilakukan sebagai bentuk pertolongan yang bermanfaat bagi sesama. Kalaupun ditekan dan menerima hinaan, ia tidak akan membalasnya.

Sebab baginya, sikap membalas tidak ada dalam ruang kehidupan sebagai pengikut Kristus.

 

Sekarang sering dijumpai keadaan yang kerap berlangsung menurut tuntutan kepentingan atau dalih kebaikan pihak-pihak yang berupaya memperoleh kepuasannya sendiri.

Akibatnya, tidak jarang ada pihak yang dirugikan, dan nilai kasih Allah yang menghargai sesama serta menghormati kehidupan tidak ada. Hari ini kita akan berada dalam arena itu.

Tinggal sekarang, apakah kita bisa melaksanakan dan menyaksikan kebenaran ajaran Tuhan Yesus yang orang banyak bilang, "tidak lumrah"? Amin.

 

Doa: Ya Yesus, beri kami kesanggupan bersaksi, bahwa kami adalah murid-Mu lewat kata dan perbuatan. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT