Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 20 Maret 2026, Matius 5:43-48 Sempurna

Alfianne Lumantow • 2026-03-18 01:15:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Matius 5: 43-48

TEMA : SEMPURNA

"Karena itu, haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna" (ay. 48).

 

Usai melewati waktu-waktu yang melelahkan hari ini, kita menjumpai banyak hal yang menarik tetapi juga yang membosankan.

Ada yang menyenangkan hati, tetapi mungkin ada pula yang membuat sampai-sampai kita masih menaruh rasa marah.

Mungkin hari ini kita sempat berjumpa dengan orang yang membuat kesal. Syukurlah bila kita berusaha memaafkannya, sebab demikianlah sifat Kristiani; sifat yang diteladankan oleh Tuhan Yesus.

Yang memperlihatkan keagungan kasih Allah, kasih yang merangkul semua orang, kasih yang tak bertepi.

 

Pemazmur menggambarkan Allah yang pengasih dan penyayang. panjang sabar, dan kasih-Nya berlimpah-limpah (Mzm. 103:8).

Kebaikan-Nya tetap diberikan kepada siapa pun, entah orang benar maupun mereka yang jahat.

Allah memberikannya karena la menghendaki semua menjadi anak-anak-Nya. Karunia rahmat-Nya tidak menunggu seseorang bertobat, tetapi, kata Paulus, justru ketika manusia masih hidup sebagai orang berdosa (Rm. 5:8).

Maka kepada para murid-Nya, Tuhan Yesus juga mengajak kita untuk hidup sempurna seperti Allah, Bapa kita. Harus? Ya, harus. Mungkinkah kita sanggup?

 

Menjadi "harus" karena kita adalah citra Allah. "Harus" karena Allah yang menciptakan kita adalah sempurna, dan kita pun yakin bahwa kita adalah ciptaan yang sempurna. Kita bukan ciptaan yang rusak atau cacat.

Seperti hasil kerja percetakan buku: dari ratusan yang dibuat ternyata terdapat beberapa buku yang salah cetak.

Kita bukan manusia yang salah cipta (Jawa: salah kedaden). Kita sungguh bisa menjadi manusia sempurna sebagaimana Penciptanya.

Kesempurnaan terjadi bila kita terus mau menghidupi kasih Allah, yakni memberi pengampunan dan menyambut dengan damai semua orang, memberi kebaikan kepada siapa pun terlepas dari apa pun yang sudah diperbuat bagi diri kita.

Mari kita pelihara kesempurnaan diri kita sebagai buah ciptaan-Nya. Amin.

 

Doa: Ya Yesus, sanggupkan kami hidup untuk menggambarkan bahwa sejatinya kami adalah anak Allah yang sempurna. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT