Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 21 Maret 2026, Matius 6:5-14 Doa

Alfianne Lumantow • 2026-03-18 04:00:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Matius 6:5-14

TEMA : DOA

 

"Namun, jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka, Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu" (ay. 6).

 

Seperti para murid diingatkan Yesus, demikian juga kita malam ini. Yesus mengoreksi sikap yang keliru dari seorang yang berdoa, yang dengan sengaja mencari pujian bagi status dirinya.

la merasa memiliki kemampuan lebih daripada orang lain dalam menyusun doa dengan kalimat yang menawan serta rapalan yang menarik, dan merasa menjadi pendoa terbaik.

Kalau orang lain berdoa, ia menilai doanya terasa kurang sempurna dan terlalu sederhana.

 

Banyak orang juga diukur kesalehannya melalui doa. Apabila seseorang dilihatnya terkesan kurang berdoa, maka dianggapnya tidak memiliki kesalehan.

Baginya, kesalehan berarti apabila terdengar kabar dirinya selalu berdoa dan pembawaannya menunjukkan sikap orang yang suka berdoa.

Tentunya Tuhan Yesus mengingatkan kita, kesalehan yang sejati bukan karena kita mampu memperlihatkan kemampuan berdoa dengan kalimat yang indah dan panjang, atau sikap yang memperlihatkan kecenderungan diri dalam doa, sebab semua itu hanya formalitas.

Doa merupakan relasi batin yang mendalam secara pribadi dengan Allah, bukan untuk dipamerkan supaya mendapat pujian dan dipandang sebagai orang saleh.

 

Kesediaan untuk berdoa adalah ungkapan penyerahan dalam sikap hormat di hadapan-Nya.

Doa juga mengandung nilai rasa, yakni sikap jujur dalam kerendahan hati yang sungguh-sungguh taat pada kehendak-Nya, bukan sarana memaksa keinginan diri.

Dengan demikian, karena doa bersifat pribadi, kita pun tidak bisa dengan mudah menilai kedalaman doa seseorang.

Kini melalui doa, Tuhan Yesus mengingatkan kita akan indahnya doa. Doa menjadikan diri kita berada dalam persekutuan intim bersama Sang Bapa, yang memberi kedamaian dengan-Nya.

Saat berdoa, kita bukan berada di luar diri-Nya. Sebaliknya, saat kita berdoa dalam ketenangan, doa mengundang Dia masuk dalam kehidupan kita. Mari berdoa. Amin.

 

Doa: Ya Yesus, ampuni kami bila sikap kami tidak jujur dalam berdoa, seolah diri kami merasa lebih baik daripada orang lain, dan tidak bersikap rendah hati di hadapan-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #SABDA BINA UMAT #GPIB Bukit Agape