Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ketergantungan Energi Fosil Jadi Tantangan Penerapan Green Mining

Pratama Karamoy • 2026-03-18 16:01:33

EMISI RENDAH: Pemanfaatan PLTS bisa menjadi salah satu opsi penyediaan energi listrik untuk operasional pertambangan menuju green mining.
EMISI RENDAH: Pemanfaatan PLTS bisa menjadi salah satu opsi penyediaan energi listrik untuk operasional pertambangan menuju green mining.

JAKARTA – Sektor pertambangan menjadi salah satu target potensial untuk mencapai target dekarbonisasi. Pemerintah pun terus mengupayakan agar green mining bisa diterapkan sepenuhnya. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia - Indonesian Coal Mining Association (APBI-ICMA) yakin industri pertambangan nasional siap menerapkan operasional dengan emisi rendah karbon.

Ketua Komite Komunikasi & Government Relations Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia-Indonesian Coal Mining Association (APBI-ICMA) Aditya Pratama mengatakan, tingginya ketergantungan aktivitas tambang terhadap bahan bakar fosil menjadi tantangan menuju green mining. Ketergantungan itu tidak hanya berkontribusi terhadap tingginya emisi karbon, tetapi juga berdampak pada efisiensi biaya dan keandalan pasokan energi di lapangan.

 

Meski demikian, asosiasi industri menilai sektor pertambangan nasional mulai menunjukkan kesiapan untuk mengadopsi praktik green mining. "Tantangannya adalah bagaimana memastikan implementasi dapat berjalan lebih cepat dan lebih luas, didukung ekosistem teknologi yang semakin siap, serta kolaborasi yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan penyedia solusi," ujar Aditya.

 

Baca Juga: Pameran Luar Negeri Dongkrak Ekspor IKM Kerajinan

 

Dalam implementasinya, konsep green mining menuntut perancangan sistem energi yang terintegrasi sesuai kebutuhan operasional di masing-masing lokasi tambang. Seperti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di area tambang. "Integrasi antara energi surya, penyimpanan energi, dan sistem monitoring menjadi penting agar perusahaan tambang dapat menekan emisi sekaligus menjaga efisiensi dan kontinuitas operasi," ujar CEO Sun Energy Jefferson Kuesar.

Selain pada sektor pembangkitan energi, langkah lain yang dinilai strategis dalam mendukung green mining adalah elektrifikasi armada operasional. Mobilitas armada menjadi salah satu komponen penting dalam rantai kegiatan tambang, sehingga penggunaan kendaraan listrik dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan emisi. (agf/gal/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Ekonomi #Nasional