Jagosatu.com - Indonesia kembali mencatatkan sejarah manis di sektor ketahanan pangan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan bangga melaporkan bahwa ketersediaan stok pangan nasional, khususnya beras, saat ini berada dalam kondisi yang sangat memuaskan dan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Hingga pertengahan Maret 2026, cadangan beras nasional telah menyentuh angka 4 juta ton. Angka fantastis ini diproyeksikan bakal terus meroket hingga mendekati 5 juta ton pada bulan depan.
"Hari ini mencapai 4 juta ton, data dua hari lalu sudah 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton, Bapak Presiden. Ini tertinggi cadangan kita, ini cukup untuk 324 hari, sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras," tegas Mentan Amran saat memberikan laporan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Surplus gila-gilaan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Melimpahnya stok pangan ini memberikan keberanian ekstra bagi pemerintah untuk mengambil langkah berani: menghentikan total keran impor jagung di tahun 2026. Langkah strategis ini membuktikan komitmen penuh Kementan untuk melindungi petani lokal sekaligus memastikan kedaulatan pangan bangsa.
Kabar baik tak berhenti di urusan beras dan jagung. Kinerja apik sektor pertanian juga tercermin kuat pada produk domestik bruto (PDB) sektor ini yang menembus 5,74 persen. Angka ini merupakan capaian PDB tertinggi dalam 25 tahun terakhir!
Tak cuma itu, kesejahteraan pahlawan pangan nasional juga ikut terkerek. Nilai Tukar Petani (NTP), yang menjadi indikator utama daya beli petani, sukses menyentuh angka 125,45. Mentan Amran mengklaim ini adalah tingkat kesejahteraan petani tertinggi selama 33 tahun terakhir.
"Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan juga pupuk, harga pupuk turun 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan," beber Amran menjelaskan rahasia di balik meroketnya kesejahteraan petani tersebut.
Merespons laporan gemilang ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fondasi ketahanan pangan nasional saat ini sangat kuat. "Apapun terjadi, pangan kita aman. Tentunya semua komoditas harus kita cermati, terutama masalah protein," tutur Presiden.
Dengan capaian luar biasa ini, langkah Indonesia menuju swasembada pangan yang seutuhnya tampaknya bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang sudah ada di depan mata. Petani sejahtera, lumbung pangan terjaga!
Editor : ALengkong