Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Panen Raya Majalengka Tembus 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Makin Susah Habis!

ALengkong • 2026-03-18 21:41:38

Capaian produktivitas fantastis petani Majalengka hingga 11,5 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare semakin memperkuat ketersediaan beras nasional dan memberikan keuntungan ekonomi nyata bagi petani.
Capaian produktivitas fantastis petani Majalengka hingga 11,5 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare semakin memperkuat ketersediaan beras nasional dan memberikan keuntungan ekonomi nyata bagi petani.

Jagosatu.com - Produktivitas pertanian di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mencetak angka fantastis pada musim panen raya kali ini. Laporan terbaru menyebutkan hasil panen padi di daerah tersebut sukses menembus 11,5 ton per hektare, sebuah capaian yang dipastikan makin mengamankan stok beras nasional untuk tahun 2026.

Berdasarkan hasil ubinan di lapangan, produktivitas yang menggembirakan ini tersebar di beberapa lokasi. Di Desa Leuweunggede, Kecamatan Jatiwangi misalnya, hamparan lahan seluas 36 hektare milik Agus Mulyana yang ditanami varietas Inpari 32 sukses mencatatkan hasil ubinan setara 11,5 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare. Tak kalah memuaskan, lahan milik H. Sawir Wirahandi di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati yang menggunakan varietas Jangkar juga menembus 10,78 ton GKP per hektare.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyambut baik kabar gembira ini. Ia menegaskan bahwa capaian produksi yang melimpah di berbagai daerah, termasuk Majalengka, menjadi tulang punggung utama kekuatan pangan nasional.

"Kondisi pangan nasional kita, khususnya beras, berada dalam posisi sangat aman. Produksi saat ini terbukti jauh melebihi kebutuhan konsumsi, sehingga stok kita tetap terjaga kuat," tegas Mentan Amran.

BPS Ramal Surplus Berkelanjutan

Optimisme ini juga diperkuat oleh data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). BPS memproyeksikan luas panen nasional pada periode Februari hingga April 2026 bakal menyentuh angka 3,92 juta hektare. Dengan potensi sebesar itu, produksi beras pada kuartal pertama (Januari–Maret) 2026 diperkirakan menembus 10,16 juta ton, alias meroket 15,79 persen dibanding tahun lalu.

Hitung-hitungan di atas kertas pun sangat melegakan. Dengan tingkat kebutuhan beras nasional yang berada di kisaran 2,59 juta ton per bulan, sementara produksi bulanan mampu mencapai 2,6 hingga 5,7 juta ton, status stok beras Indonesia dipastikan surplus telak.

Bagi para pahlawan pangan, capaian ini bukan cuma soal kebanggaan, tapi juga cuan. Kinerja budidaya yang meningkat ini sejalan dengan membaiknya harga jual di tingkat petani. Saat ini, harga Gabah Kering Giling (GKG) dilaporkan stabil di kisaran Rp7.500 hingga Rp7.800 per kilogram.

Bukti nyata dari Majalengka ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Jawa Barat yang siap menopang kedaulatan pangan Indonesia. Petani makmur, rakyat kenyang!

Editor : ALengkong