Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sekutu Eropa Menolak Ajakan AS dalam Konflik Militer Melawan Iran di Selat Hormuz

ALengkong • 2026-03-19 19:52:49

Negara-negara Eropa menolak permintaan Amerika Serikat untuk terlibat dalam operasi militer di Selat Hormuz karena tidak adanya rencana strategis.
Negara-negara Eropa menolak permintaan Amerika Serikat untuk terlibat dalam operasi militer di Selat Hormuz karena tidak adanya rencana strategis.

Jagosatu.com - Pemerintah Amerika Serikat menghadapi penolakan signifikan dari sekutu-sekutu utamanya di Eropa terkait ajakan untuk bergabung dalam operasi militer melawan Iran. Permintaan Washington agar negara-negara Eropa mengerahkan armada angkatan laut di Selat Hormuz tidak mendapat dukungan yang diharapkan. Sikap tegas ini dipicu oleh kurangnya konsultasi strategis dan kejelasan mengenai tujuan akhir dari eskalasi militer tersebut.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, secara terbuka menyatakan keraguannya terhadap rasionalitas langkah militer yang dipimpin oleh AS dan Israel. Ia menegaskan bahwa pihak Washington tidak pernah melibatkan mitra Eropa dalam perencanaan operasional yang krusial bagi keamanan kawasan. Tanpa rencana suksesi yang matang, Jerman menolak untuk berkomitmen dalam tindakan militer yang berisiko memperburuk stabilitas global.

Para pemimpin Eropa menilai bahwa keterlibatan langsung dalam konflik ini justru dapat menyeret mereka ke dalam peperangan yang tidak terukur dan tidak populer di mata masyarakat domestik. Keputusan untuk tetap berada di pinggiran konflik ini merupakan hasil kalkulasi politik yang matang meskipun berpotensi merenggangkan hubungan transatlantik. Saat ini, kepentingan keamanan nasional dan stabilitas regional menjadi prioritas yang lebih diutamakan daripada sekadar mengikuti agenda militer Washington.

Ketegangan di Selat Hormuz ini memberikan dampak langsung terhadap ketahanan rantai pasok global yang sangat bergantung pada kelancaran logistik maritim. Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat bergantung pada jalur perdagangan laut harus mencermati dinamika ini agar stabilitas harga komoditas pangan dan energi tetap terjaga. Ketidakpastian geopolitik di jalur krusial tersebut menjadi pengingat bahwa diversifikasi sumber daya sangat penting untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional di masa depan.

Editor : ALengkong