Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Israel Larang Shalat Idul Fitri di Al-Aqsa, Warga Palestina Lakukan Protes Keras

ALengkong • 2026-03-20 17:17:25

Otoritas Israel melarang Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa, memicu protes warga Palestina di tengah suasana Yerusalem Timur yang bak kota mati.
Otoritas Israel melarang Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa, memicu protes warga Palestina di tengah suasana Yerusalem Timur yang bak kota mati.

Jagosatu.com - Otoritas Israel secara resmi melarang pelaksanaan Shalat Idul Fitri di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur. Keputusan sepihak ini diambil dengan dalih pertimbangan keamanan di tengah memanasnya situasi perang antara Israel dan Iran. Larangan tersebut menjadi puncak dari serangkaian pembatasan akses yang diberlakukan terhadap umat Muslim selama bulan suci Ramadhan.

Menanggapi kebijakan tersebut, warga Palestina menyerukan aksi solidaritas bagi umat Muslim untuk tetap berkumpul di kawasan Kota Tua. Mereka berusaha melaksanakan shalat berjamaah di titik terdekat dari Masjid Al-Aqsa sebagai bentuk perlawanan simbolis. Tindakan ini mencerminkan ketegangan yang terus meningkat antara warga setempat dan aparat keamanan Israel di wilayah pendudukan tersebut.

Sebelumnya, kepolisian Israel dilaporkan telah menggunakan kekerasan fisik, termasuk penggunaan granat kejut dan gas air mata, terhadap warga yang mencoba beribadah di luar tembok Kota Tua. Suasana perayaan Idul Fitri yang seharusnya penuh sukacita kini berubah menjadi sangat kelam dan mencekam. Sebagian besar kawasan Kota Tua tampak sepi, menyerupai kota mati karena seluruh aktivitas ekonomi lumpuh total.

Selain pelarangan ibadah, Israel juga menerapkan pembatasan ketat terhadap ruang gerak warga dan melarang pedagang membuka toko mereka. Hanya apotek dan penyedia kebutuhan pokok yang diizinkan untuk beroperasi di tengah kebijakan yang menekan sektor ekonomi lokal tersebut. Para pedagang yang terdampak mengaku mengalami tekanan finansial yang sangat berat akibat penutupan paksa ini.

Fenomena pengekangan hak beribadah di Yerusalem Timur ini menjadi cerminan nyata mengenai kerentanan kebebasan sipil dalam konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Bagi Indonesia, yang merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, stabilitas dan akses terhadap situs bersejarah seperti Masjid Al-Aqsa tetap menjadi isu krusial yang menyentuh sensitivitas kemanusiaan dan spiritualitas secara mendalam. Solidaritas masyarakat Indonesia terhadap hak-hak warga Palestina diharapkan dapat terus mendorong perhatian internasional terhadap terciptanya ruang ibadah yang aman dan inklusif di masa depan.

Editor : ALengkong