Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mebuug-Buugan di Bali: Refleksi Budaya Agraris dan Pembersihan Diri Pasca-Nyepi

ALengkong • 2026-03-20 20:21:47

Tradisi Mebuug-Buugan kembali digelar di Bali sebagai simbol penyucian diri dan penghormatan terhadap tanah setelah perayaan Hari Raya Nyepi.
Tradisi Mebuug-Buugan kembali digelar di Bali sebagai simbol penyucian diri dan penghormatan terhadap tanah setelah perayaan Hari Raya Nyepi.

Jagosatu.com - Masyarakat di Desa Kedonganan, Badung, Bali, kembali melaksanakan tradisi tahunan Mebuug-Buugan yang berlangsung meriah di kawasan hutan mangrove setempat. Kegiatan yang digelar pada hari Ngembak Geni ini melibatkan warga dari berbagai kalangan usia yang melumuri tubuh mereka dengan lumpur. Ritual ini menjadi penanda dimulainya aktivitas masyarakat setelah menjalani satu hari penuh kesunyian selama perayaan Hari Raya Nyepi.

Secara filosofis, tradisi ini bukan sekadar aktivitas fisik semata, melainkan memiliki makna mendalam bagi umat Hindu di Bali. Melalui penggunaan lumpur, masyarakat berusaha menetralisir sifat-sifat buruk manusia dan memohon kesejahteraan serta keselamatan bagi lingkungan sekitar. Prosesi mandi lumpur ini diyakini mampu membersihkan diri dari energi negatif yang mungkin terakumulasi selama kurun waktu setahun terakhir.

Keterikatan antara manusia dan tanah dalam ritual ini mencerminkan kearifan lokal yang sangat relevan dengan prinsip kehidupan agraris Indonesia. Tanah yang menjadi elemen utama dalam tradisi Mebuug-Buugan melambangkan kesuburan dan sumber penghidupan yang harus dihormati oleh setiap insan. Di Indonesia, tradisi yang memadukan kedekatan dengan alam semacam ini terus bertahan sebagai bentuk penjaga keseimbangan ekosistem dan pengikat solidaritas sosial yang kokoh di tengah modernisasi yang kian pesat.

Editor : ALengkong