Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal Pertama Tembus Lima Koma Tujuh Persen

ALengkong • 2026-03-21 19:41:48

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 5,7 persen di tengah gejolak geopolitik global yang membayangi stabilitas.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa proyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 5,7 persen di tengah gejolak geopolitik global yang membayangi stabilitas.

Jagosatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik selama periode Ramadhan tahun 2026. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal pertama mampu menembus angka di kisaran 5,6 hingga 5,7 persen. Capaian ini dinilai sebagai hasil positif di tengah dinamika konflik global antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berpotensi menekan pasar internasional.

Optimisme pemerintah didasarkan pada keberhasilan langkah-langkah mitigasi dalam menyerap guncangan ekonomi eksternal agar tidak berdampak signifikan ke dalam negeri. Purbaya menegaskan bahwa hingga saat ini, dampak negatif dari ketegangan geopolitik global belum terasa secara langsung oleh masyarakat luas. Fokus utama kebijakan fiskal saat ini adalah menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi domestik agar tetap berjalan secara normal dan stabil.

Meski demikian, Kementerian Keuangan tetap mewaspadai potensi perlambatan jika eskalasi konflik di luar negeri terus memburuk dan berkepanjangan. Pemerintah berkomitmen melakukan intervensi melalui penguatan permintaan domestik, termasuk pengelolaan harga bahan bakar minyak subsidi guna menahan inflasi. Selain itu, percepatan realisasi belanja pemerintah dan dukungan terhadap sektor swasta menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan di sisa tahun ini.

Dalam konteks Indonesia, ketahanan ekonomi domestik yang diprediksi mencapai 5,7 persen ini menyoroti krusialnya peran konsumsi rumah tangga sebagai mesin penggerak utama di sektor pertanian dan pangan. Stabilitas daya beli di bulan Ramadhan secara langsung berdampak pada penyerapan produk-produk agri-tech dan hasil komoditas petani lokal yang permintaannya selalu meningkat signifikan. Keberhasilan menjaga stabilitas ini menjadi ujian penting bagi pemerintah dalam memastikan rantai pasok pangan tetap terjangkau guna menjaga keseimbangan antara produktivitas petani dan keterjangkauan harga bagi konsumen akhir.

Editor : ALengkong