Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Hikmat Shalat Idul Fitri 1447 H: Kebersamaan Umat dari IKN hingga Wilayah Bencana

ALengkong • 2026-03-21 19:42:25

Liputan khidmat pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H di berbagai daerah Indonesia, mulai dari pusat pemerintahan hingga wilayah terdampak bencana.
Liputan khidmat pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H di berbagai daerah Indonesia, mulai dari pusat pemerintahan hingga wilayah terdampak bencana.

Jagosatu.com - Umat Muslim di seluruh penjuru Indonesia melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah secara serentak pada Sabtu, 21 Maret 2026. Pelaksanaan ibadah ini berlangsung khidmat mengikuti ketetapan pemerintah pusat di berbagai lokasi ikonik dan strategis. Dari Ibu Kota Nusantara hingga kawasan Jatinegara, antusiasme masyarakat tampak sangat tinggi dalam menyambut hari kemenangan tersebut.

Di Ibu Kota Nusantara (IKN), pelaksanaan shalat dipusatkan di area Masjid Negara yang terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan. Sementara itu, ribuan warga di Jakarta memilih menunaikan ibadah di Jatinegara, tepat di samping Gereja Protestan Koinonia yang bersejarah. Lokasi lain seperti Stadion Gelora Kie Raha di Ternate dan Stadion Pakansari di Bogor juga menjadi titik kumpul utama bagi ribuan jamaah yang hadir.

Namun, tidak semua daerah dapat melaksanakan ibadah dengan fasilitas yang memadai akibat kendala lingkungan. Warga di Nagari Maninjau, Sumatera Barat, terpaksa menunaikan shalat di dalam masjid karena lapangan terbuka yang biasa digunakan masih terdampak luapan sungai. Kondisi ini mencerminkan tantangan infrastruktur yang masih harus dihadapi oleh masyarakat di daerah rawan bencana pasca-musibah banjir bandang tahun lalu.

Di tengah beragam tantangan tersebut, perayaan Idul Fitri tahun ini kembali menegaskan pentingnya resiliensi sosial di Indonesia. Sektor pertanian dan ketahanan pangan di pedesaan seringkali menjadi taruhan utama saat bencana terjadi, sehingga kestabilan sosial pasca-bencana menjadi sangat krusial bagi keberlanjutan sektor agraris nasional. Keamanan dan kenyamanan warga dalam merayakan hari besar keagamaan menjadi fondasi bagi terciptanya stabilitas ekonomi dan produktivitas masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Editor : ALengkong