Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka untuk Kapal Tanker Jepang

ALengkong • 2026-03-22 02:17:57

Menteri Luar Negeri Iran jamin keamanan pelayaran bagi kapal Jepang di Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik regional dan ancaman pasokan energi.
Menteri Luar Negeri Iran jamin keamanan pelayaran bagi kapal Jepang di Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik regional dan ancaman pasokan energi.

Jagosatu.com - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara resmi menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap beroperasi normal dan terbuka bagi jalur pelayaran internasional. Teheran saat ini sedang melakukan negosiasi intensif dengan pihak Jepang untuk memfasilitasi keamanan kapal-kapal tanker energi yang melintas. Meskipun ketegangan pasca-serangan Februari lalu masih berlangsung, pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka tidak berencana melakukan penutupan total jalur air strategis tersebut.

Dalam keterangannya, Araghchi menegaskan bahwa pembatasan hanya diberlakukan terhadap kapal-kapal dari negara yang terlibat langsung dalam serangan militer terhadap wilayah Iran. Iran menawarkan bantuan pengawalan bagi negara-negara yang bersedia melakukan koordinasi diplomatik, termasuk Jepang yang sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah. Sejauh ini, kapal-kapal dari India, Pakistan, dan Turki terpantau masih dapat melintasi kawasan tersebut tanpa kendala berarti.

Araghchi juga menolak keras seruan gencatan senjata sementara karena ia menginginkan penghentian perang yang komprehensif serta adanya kompensasi atas kerusakan yang terjadi. Meskipun diplomasi terus diupayakan, ia menilai bahwa pihak Amerika Serikat hingga saat ini belum menunjukkan niat tulus untuk mencapai resolusi damai yang permanen. Iran menyatakan tetap terbuka terhadap inisiatif mediasi internasional selama tuntutan hak-hak kedaulatan mereka dihormati.

Ketidakpastian di Selat Hormuz membawa dampak signifikan bagi stabilitas ekonomi global, mengingat sekitar 90 persen kebutuhan minyak mentah Jepang bergantung pada jalur ini. Pemerintah Jepang kini tengah mengevaluasi pernyataan Teheran sebagai langkah pragmatis untuk meredam lonjakan harga energi yang mulai membayangi pasar global. Efektivitas negosiasi langsung ini dipandang sebagai upaya paling krusial untuk menjaga kelangsungan rantai pasok energi di tengah situasi geopolitik yang kian tidak menentu.

Bagi Indonesia, eskalasi konflik di Selat Hormuz ini merupakan ancaman nyata terhadap ketahanan energi nasional yang harus diwaspadai secara serius. Gangguan pada jalur distribusi minyak mentah dunia berpotensi memicu inflasi domestik melalui peningkatan biaya logistik dan harga bahan bakar minyak secara keseluruhan. Pemerintah perlu melakukan mitigasi strategis dengan mendiversifikasi sumber energi dan memperkuat ketahanan pangan serta energi domestik guna menghadapi gejolak pasar global yang tidak dapat diprediksi.

Editor : ALengkong