Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ancaman Trump Kerahkan Agen ICE ke Bandara Picu Ketegangan Politik Baru di Amerika

ALengkong • 2026-03-22 02:19:10

Presiden Trump mengancam mengerahkan agen ICE ke bandara di tengah penutupan pemerintahan AS yang memicu krisis keamanan dan penundaan penerbangan.
Presiden Trump mengancam mengerahkan agen ICE ke bandara di tengah penutupan pemerintahan AS yang memicu krisis keamanan dan penundaan penerbangan.

Jagosatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman kontroversial untuk mengerahkan personel Immigration and Customs Enforcement (ICE) ke bandara-bandara di seluruh negeri. Langkah ini dipertimbangkan jika pihak oposisi di Kongres terus menolak menyetujui anggaran keamanan bandara yang sedang mengalami kebuntuan. Situasi ini muncul di tengah penutupan sebagian pemerintahan federal yang telah memasuki hari ke-36 dan berdampak pada operasional vital negara.

Ketegangan memuncak karena staf Transportation Security Administration (TSA) terancam kehilangan gaji untuk kedua kalinya pada 27 Maret mendatang. Dampak finansial ini memicu aksi mogok kerja terselubung berupa peningkatan jumlah petugas yang izin sakit, yang pada akhirnya mengganggu kelancaran layanan penerbangan domestik. Pemerintah berusaha mencari solusi cepat guna menstabilkan kondisi keamanan transportasi yang kian rentan akibat ketiadaan dana.

Para pengamat menyoroti risiko operasional karena agen ICE tidak memiliki pelatihan khusus yang relevan untuk prosedur keamanan bandara yang menjadi domain eksklusif TSA. Reputasi ICE yang selama ini lekat dengan penegakan hukum imigrasi garis keras dipandang akan memperkeruh suasana di titik transit sipil. Kelompok advokasi sipil juga mengecam wacana ini karena mengaitkan pengamanan transportasi dengan agenda politik imigrasi yang sangat terpolarisasi.

Operasi ICE sebelumnya di beberapa wilayah, termasuk insiden fatal yang melibatkan warga negara Amerika, telah memicu kemarahan publik yang meluas. Pengalihan tugas ke sektor bandara dikhawatirkan hanya akan menambah resistensi dari berbagai pihak yang tidak setuju dengan kebijakan departemen tersebut. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda kompromi antara Gedung Putih dan Kongres terkait pengalokasian anggaran yang mendesak ini.

Di Indonesia, kebijakan serupa menekankan pentingnya profesionalisme sektoral dalam menjaga keamanan fasilitas publik agar tidak terintervensi oleh agenda keamanan lain. Pengelolaan bandara di tanah air saat ini telah memiliki standar operasional yang terintegrasi antara otoritas bandara dan keamanan penerbangan sesuai regulasi global. Stabilitas layanan publik dalam sektor transportasi harus tetap terjaga tanpa harus mengorbankan prosedur keamanan inti demi kepentingan politis sesaat.

Editor : ALengkong