Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Strategi Eskalasi Amerika Serikat Terhadap Iran Picu Ketidakpastian Pasar Energi Global yang Signifikan

ALengkong • 2026-03-23 02:16:33

Ketegangan AS dan Iran meningkat setelah Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan perlunya eskalasi untuk de-eskalasi demi mengamankan Selat Hormuz.
Ketegangan AS dan Iran meningkat setelah Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan perlunya eskalasi untuk de-eskalasi demi mengamankan Selat Hormuz.

Jagosatu.com - Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan bahwa negaranya mungkin perlu meningkatkan eskalasi serangan terhadap Iran demi segera mengakhiri perang berkepanjangan.

Kebijakan kontradiktif dari Presiden Donald Trump menciptakan kebingungan publik setelah beliau mengancam akan menghancurkan fasilitas energi Iran di wilayah Selat Hormuz tersebut.

Trump sebelumnya mengklaim tujuan militer Amerika hampir tercapai namun di sisi lain ia mengeluarkan ancaman keras jika jalur minyak tetap ditutup Iran.

Dalam wawancara di acara Meet the Press, Bessent berargumen bahwa eskalasi militer adalah satu-satunya bahasa yang dipahami dengan baik oleh pihak Iran.

Strategi yang disebut eskalasi untuk de-eskalasi ini bertujuan memaksa Tehran membuka kembali jalur perdagangan vital bagi pasokan gas dan minyak dunia saat.

Gangguan keamanan di Selat Hormuz menyebabkan harga energi global melonjak tajam karena jalur tersebut menyuplai sekitar seperlima kebutuhan minyak bumi dunia saat.

Sebagai langkah mitigasi gejolak pasar, Bessent memutuskan untuk menangguhkan sementara sanksi terhadap minyak mentah Rusia dan Iran yang sudah dimuat dalam kapal.

Keputusan administratif tersebut memicu kritik tajam karena dianggap memberi aliran dana segar bagi pemerintah Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung sekarang.

Para analis menilai bahwa langkah Amerika Serikat ini berisiko memperburuk stabilitas ekonomi kawasan Timur Tengah secara permanen jika tidak dikelola secara cermat.

Ketidakpastian ini menuntut semua pihak untuk bersikap waspada terhadap potensi gangguan rantai pasok energi yang berdampak langsung pada stabilitas harga komoditas global.

Dampak eskalasi geopolitik di Timur Tengah ini harus diwaspadai Indonesia karena fluktuasi harga energi global akan langsung memengaruhi biaya produksi sektor pertanian.

Sumber: SCMP Tech

Editor : ALengkong