Jagosatu.com - Perdana Menteri Keir Starmer segera memimpin rapat darurat guna membahas dampak ekonomi akibat konflik bersenjata yang melibatkan Iran saat ini.
Pertemuan tersebut akan melibatkan Menteri Keuangan Rachel Reeves serta Gubernur Bank of England Andrew Bailey untuk merumuskan langkah mitigasi kebijakan fiskal.
Investor global kini tengah bersiap menghadapi ketidakpastian pasar yang semakin tajam setelah muncul ancaman serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk Arab.
Ancaman militer ini muncul setelah Presiden Donald Trump mengutarakan niatnya untuk menargetkan jaringan listrik Iran melalui kebijakan tekanan ekonomi yang sangat agresif.
Inggris saat ini berada dalam posisi sangat rentan karena ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan gas alam impor dari pasar internasional yang tidak stabil.
Kondisi keuangan publik yang ketat serta angka inflasi yang tetap tinggi telah memicu penurunan nilai obligasi pemerintah Inggris dibandingkan dengan negara maju lainnya.
Kementerian Keuangan Inggris menyatakan rapat ini difokuskan pada analisis krisis terhadap keluarga serta sektor bisnis yang terdampak langsung oleh lonjakan harga komoditas.
Diskusi strategis akan mencakup aspek ketahanan industri serta keamanan rantai pasok global yang mungkin terganggu akibat eskalasi militer di Timur Tengah yang meluas.
Komite darurat yang dikenal dengan sebutan Cobra akan mengumpulkan para menteri senior termasuk Menteri Luar Negeri Yvette Cooper dan Menteri Energi Ed Miliband.
Menteri Keuangan Rachel Reeves menyatakan pemerintah akan lebih mengutamakan dukungan yang bersifat tepat sasaran daripada mengambil langkah stimulus ekonomi secara menyeluruh bagi warga.
Lonjakan harga energi diperkirakan berisiko mendorong kembali tingkat inflasi Inggris hingga mencapai lima persen pada akhir tahun jika konflik ini terus memanas tajam.
Situasi ini tentu memberikan hambatan baru bagi upaya pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini cenderung berjalan dengan sangat lambat sekali.
Pemerintah Inggris dituntut harus segera mencari keseimbangan antara menjaga stabilitas harga domestik dengan kebijakan luar negeri yang tegas di tengah gejolak pasar internasional.
Bagi Indonesia, ketergantungan pada rantai pasok energi global menuntut penguatan sektor agrikultur mandiri agar stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga dari ancaman guncangan luar.
Sumber: SCMP Tech