Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ancaman Perang Iran Picu Krisis Energi dan Inflasi di Inggris Raya

ALengkong • 2026-03-23 08:40:42

Perdana Menteri Keir Starmer gelar rapat darurat ekonomi menyusul ancaman perang Iran yang berisiko mengguncang stabilitas pasokan energi dan inflasi global.
Perdana Menteri Keir Starmer gelar rapat darurat ekonomi menyusul ancaman perang Iran yang berisiko mengguncang stabilitas pasokan energi dan inflasi global.

Jagosatu.com - Perdana Menteri Keir Starmer segera menggelar rapat darurat ekonomi untuk membahas dampak perang Iran terhadap stabilitas keuangan dan pasokan energi domestik Inggris.

Pertemuan strategis ini melibatkan Menteri Keuangan Rachel Reeves serta Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, guna merespons ancaman eskalasi militer di Timur Tengah.

Para investor kini tengah mempersiapkan diri menghadapi gejolak pasar keuangan global akibat pernyataan Iran yang berencana menyerang infrastruktur energi milik negara tetangga.

Ketegangan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan jaringan listrik Iran, yang memicu reaksi keras dari pemerintah Teheran tersebut.

Posisi Inggris saat ini cukup mengkhawatirkan karena ketergantungan yang sangat tinggi terhadap impor gas alam sebagai sumber utama kebutuhan energi bagi seluruh negeri.

Kondisi inflasi yang terus bertahan di tingkat tinggi serta beban keuangan publik yang kian berat membuat obligasi pemerintah Inggris mengalami penurunan sangat tajam.

Penurunan nilai obligasi ini tercatat lebih parah dibandingkan dengan negara mitra internasional lainnya yang juga sedang terdampak oleh krisis geopolitik di kawasan tersebut.

Rapat kabinet darurat ini akan membahas dampak krisis bagi keluarga dan pelaku usaha, ketahanan energi, hingga resiliensi rantai pasok industri di seluruh Inggris.

Beberapa menteri senior seperti Yvette Cooper dan Ed Miliband dijadwalkan hadir untuk merumuskan respons kebijakan nasional yang diperlukan guna menghadapi situasi darurat ekonomi.

Menteri Keuangan Rachel Reeves menegaskan bahwa pemerintah belum memutuskan kebijakan ekonomi besar, namun tetap mempertimbangkan skema bantuan yang tepat sasaran bagi warga terdampak.

Risiko lonjakan harga energi berpotensi mendorong angka inflasi Inggris mencapai lima persen pada akhir tahun ini dan memperlambat pertumbuhan ekonomi yang masih rapuh.

Situasi ini menjadi pengingat bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional agar tidak mudah terpengaruh oleh gejolak pasar energi dunia.

Sumber: SCMP Tech

Editor : ALengkong