Pembacaan Alkitab : Mazmur 98:4-9
TEMA : KASIH-NYA MENGHAKIMI DUNIA
"sebab la datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dalam kejujuran" (ay. 9)
Sorak sorai dan puji-pujian kepada Tuhan ketika kita mengawali hari ini tadi pagi berlanjut sampai pada saat kita hendak menutup hari pada malam ini.
Jika semua yang disebut dalam Mazmur ini benar-benar berbunyi, dapat dibayangkan betapa ramainya suasana malam ini.
Apa yang sebenarnya sedang dirayakan oleh seluruh bumi? Menurut ay. 9, sorak-sorai itu karena TUHAN datang untuk menghakimi bumi dan dunia dengan keadilan serta bangsa- bangsa dengan kejujuran. Apa maksudnya?
Dalam panggung yang menampilkan kemuliaan Allah, bumi, laut, sungai dan gunung di tempatkan Allah sebagai saksi dari apa yang sedang berlangsung di dunia.
Bumi, laut, sungai dan gunung menjadi saksi bagaimana manusia, yaitu kita, hidup sehari-hari: adakah kita memberlakukan kasih atau malah melakukan yang jahat.
Luar biasanya, ketika kita mengira bahwa perbuatan kita tidak diketahui orang, Mazmur ini menyadarkan kita bahwa bukan berarti tidak ada yang melihat.
Selama ini, bumi, gunung, sungai dan laut terlihat seolah tidak berdaya menghentikan kejahatan manusia.
Namun ternyata, merekalah yang paling menanti-nantikan kedatangan Tuhan untuk menghakimi dunia.
Ketika Tuhan datang, la akan membalas setiap orang menurut perbuatannya (Mzm 62:13). inilah penghakiman yang dinantikan oleh semua pihak.
Penghakiman Allah akan membenarkan perbuatan baik, yang kita kerjakan sekalipun tidak ada yang melihat, menghargai dan memuji.
Pada sisi lain, la akan membinasakan perbuatan jahat, yang selama ini dibiarkan dan berhasil menindas banyak orang.
Selama kita masih melihat adanya bumi, tanah, sungai, air, gunung dan laut, selama itu juga Kerusakan, kita memiliki saksi akan apa yang kita perbuat.
Pencemaran, kesuburan dan kesehatan alam adalah bukti yang menguatkan kesaksian mereka tentang kita. Amin
Doa: Tuhan, kiranya karya dan perbuatan kami yang baik hari ini beroleh belas kasihan dan pembelaan-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow