Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ancaman Eskalasi di Selat Hormuz: Ketegangan Global Mengancam Stabilitas Energi Dunia dan Pasokan Minyak

ALengkong • 2026-03-23 11:11:04

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memanas pasca ancaman Amerika Serikat terhadap Iran. Stabilitas energi global kini berada di titik nadir yang kritis.
Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memanas pasca ancaman Amerika Serikat terhadap Iran. Stabilitas energi global kini berada di titik nadir yang kritis.

Jagosatu.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat memberikan ultimatum keras terkait penutupan akses Selat Hormuz oleh Iran.

Washington mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik milik Iran jika mereka tidak segera membuka jalur krusial yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia saat ini.

Situasi ini menciptakan ketidakpastian besar bagi pasar energi global sekaligus memicu kenaikan harga bahan bakar yang berdampak luas bagi perekonomian berbagai negara.

Iran merespons ancaman tersebut dengan pernyataan tegas bahwa mereka akan melakukan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan teknologi informasi milik Israel nantinya.

Pihak Teheran juga berjanji akan menyasar fasilitas strategis di negara-negara tetangga yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat sebagai bentuk pertahanan diri yang nyata.

Operasi militer Israel di Lebanon menambah kerumitan situasi setelah mereka menghancurkan jembatan strategis dalam upaya melemahkan posisi kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran.

Tekanan politik domestik di Amerika Serikat kian menguat seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Para pengamat internasional menilai bahwa ambang batas waktu yang ditetapkan oleh Presiden Trump berpotensi memicu konflik terbuka yang lebih besar dan sangat merusak.

Sektor teknologi agrikultur global pun kini turut mencemaskan dampak dari kenaikan biaya logistik dan energi akibat terganggunya rantai pasok minyak mentah internasional tersebut.

Kegagalan diplomasi dalam menyelesaikan kebuntuan di Selat Hormuz dikhawatirkan dapat melumpuhkan stabilitas ekonomi global serta sektor pangan yang sangat bergantung pada efisiensi energi.

Ketidakstabilan pasokan energi di Timur Tengah secara langsung berdampak pada kenaikan biaya produksi pertanian di Indonesia melalui lonjakan harga pupuk serta distribusi logistik.

Sumber: SCMP Tech

Editor : ALengkong