Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Stabilitas Harga BBM Terjaga Saat Arus Balik Lebaran Meski Geopolitik Global Memanas

ALengkong • 2026-03-23 11:12:54

Harga BBM di berbagai SPBU Indonesia terpantau stabil selama arus balik Lebaran 2026 di tengah gejolak konflik internasional yang terjadi di Timur Tengah.
Harga BBM di berbagai SPBU Indonesia terpantau stabil selama arus balik Lebaran 2026 di tengah gejolak konflik internasional yang terjadi di Timur Tengah.

Jagosatu.com - Memasuki fase krusial arus balik libur Lebaran tahun 2026, harga bahan bakar minyak di seluruh SPBU Indonesia terpantau tetap stabil dan terkendali.

Kestabilan harga ini terjadi meskipun kondisi geopolitik global sedang memanas akibat pecahnya perang antara Amerika Serikat serta Israel dengan pihak Iran baru-baru ini.

Hingga Senin pagi, seluruh penyedia bahan bakar utama seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo belum melakukan perubahan harga dibandingkan awal bulan Maret lalu.

Pihak Pertamina memastikan seluruh varian Pertamax Series dan Dex Series masih dijual dengan harga yang sama untuk melayani kebutuhan pemudik di seluruh wilayah.

Untuk produk Pertalite, harga tetap di angka sepuluh ribu rupiah, sementara Solar subsidi bertahan pada harga enam ribu delapan ratus rupiah per liter.

Operator swasta seperti Shell juga melaporkan bahwa harga produk andalan mereka seperti Shell Super dan V-Power Diesel tidak mengalami kenaikan signifikan saat ini.

Demikian pula dengan SPBU BP yang tetap mempertahankan struktur harga untuk produk BP Ultimate, BP 92, hingga varian terbaru mereka yakni Ultimate Diesel.

Tidak ketinggalan, SPBU Vivo pun konsisten menjaga harga jual Revvo 92 dan Revvo 95 agar tetap terjangkau bagi para pengendara di arus balik.

Langkah stabilisasi ini menjadi krusial dalam menjaga daya beli masyarakat Indonesia yang sedang melakukan mobilisasi besar-besaran pasca merayakan hari raya Idul Fitri bersama.

Pemerintah sebelumnya telah menjamin bahwa stok energi nasional aman meski terdapat tekanan harga minyak mentah dunia akibat konflik bersenjata di Timur Tengah tersebut.

Kementerian Keuangan pun menegaskan komitmen menjaga harga BBM subsidi agar tidak membebani masyarakat, terlepas dari volatilitas harga energi yang terjadi secara global.

Para analis energi memandang kebijakan ini sebagai bentuk mitigasi preventif pemerintah dalam mengendalikan inflasi nasional selama periode libur panjang dan peningkatan konsumsi BBM.

Ketersediaan energi menjadi fondasi utama dalam menggerakkan roda ekonomi dan logistik nasional selama masyarakat kembali ke kota tujuan setelah merayakan libur Lebaran.

Stabilitas harga BBM di Indonesia sangat krusial karena sektor transportasi mendominasi mobilitas nasional, sehingga ketahanan pasokan dan harga tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

Editor : ALengkong