Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ancaman Krisis Energi Global: Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Stabilitas Pasokan Minyak Dunia

ALengkong • 2026-03-24 11:19:33

Kepala IEA memperingatkan krisis energi global yang lebih parah dari era 1970-an akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengancam pasokan minyak dunia.
Kepala IEA memperingatkan krisis energi global yang lebih parah dari era 1970-an akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengancam pasokan minyak dunia.

Jagosatu.com - Kepala International Energy Agency, Fatih Birol, memberikan peringatan keras mengenai potensi krisis energi global yang jauh lebih buruk dibandingkan dua kejutan minyak.

Eskalasi konflik antara Israel dan Iran kini memasuki pekan keempat dengan intensitas serangan yang terus meningkat dan mengancam stabilitas pasokan energi dunia.

Birol menyatakan bahwa dunia kehilangan volume minyak harian jauh melampaui dampak gabungan dari krisis tahun 1970-an serta invasi Rusia ke wilayah negara Ukraina.

Situasi geopolitik saat ini digambarkan sebagai perpaduan antara dua krisis minyak besar dan satu kehancuran gas yang terjadi secara bersamaan di pasar.

Tidak ada satu pun negara di dunia yang akan kebal terhadap dampak destruktif dari krisis ini jika perang terus berlanjut secara tidak terkendali.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman tegas untuk melumpuhkan pembangkit listrik Iran jika mereka tidak segera membuka kembali jalur Selat Hormuz.

Ancaman tersebut memberikan tenggat waktu yang sangat singkat bagi pemerintah Iran untuk memulihkan akses pengiriman minyak di jalur vital yang sangat strategis tersebut.

Tehran telah merespons serangan Amerika dan Israel dengan cara menghambat lalu lintas kapal di jalur air yang menjadi tumpuan utama perdagangan minyak dunia.

Kawasan Selat Hormuz saat ini menampung sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah global yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri di berbagai negara.

Serangan drone dan rudal yang ditujukan ke wilayah Israel serta fasilitas energi di Teluk semakin memperkeruh kondisi pasar energi yang sedang sangat rapuh.

Ketidakpastian pasokan akibat penutupan jalur perdagangan minyak ini diprediksi akan memicu lonjakan harga energi ekstrem yang merugikan pemulihan ekonomi global secara sangat signifikan.

Ketergantungan dunia pada pasokan energi dari Timur Tengah membuat posisi tawar negara produsen menjadi sangat sentral di tengah situasi politik yang memanas.

Analisis teknis menunjukkan bahwa jika konflik ini tidak segera dihentikan, maka rantai pasok energi global akan mengalami gangguan sistemik yang sulit untuk diperbaiki.

Para pelaku pasar energi internasional kini sedang menunggu perkembangan situasi di Selat Hormuz dengan kekhawatiran tinggi terhadap masa depan harga komoditas minyak mentah.

Sebagai negara importir minyak, Indonesia harus segera mengantisipasi lonjakan harga energi dunia agar inflasi domestik tetap terjaga di tengah dinamika krisis geopolitik tersebut.

Sumber: SCMP Tech

Editor : ALengkong